Gubernur Pramono Anung Dorong Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Monas Jadi Tradisi Tahunan Jakarta

- Jumat, 19 Juni 2026 | 23:10 WIB
Gubernur Pramono Anung Dorong Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Monas Jadi Tradisi Tahunan Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan harapannya agar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang baru pertama kali digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) dapat menjadi tradisi tahunan yang melekat di Ibu Kota. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat Betawi yang dinilai memiliki jasa besar bagi perkembangan Jakarta.

"Ini adalah acara yang pertama kali. Dan saya sebagai Gubernur Jakarta yang menggagas acara ini, saya berharap dan memohon bahwa acara ini menjadi tradisi baru bagi kita semua untuk bisa berselawatan sambil haul para tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dari Betawi yang berjasa bagi Jakarta," ujar Pramono saat menghadiri puncak acara di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2026).

Pramono menilai, penghormatan terhadap para ulama dan habaib menjadi penting karena mereka memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat akhlak masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air di Jakarta. Menurutnya, masyarakat Betawi selama ini dikenal sebagai kelompok yang religius, toleran, dan terbuka terhadap keberagaman. Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Betawi yang dinilai terus menjaga kerukunan dan kebersamaan di tengah dinamika kehidupan kota.

"Sebagai Gubernur Jakarta, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Betawi yang dari waktu ke waktu selalu menjaga kerukunan, kebersamaan, kenyamanan, dan juga hidup nyaman di Jakarta ini," katanya.

Pramono juga mengaitkan pelaksanaan haul tersebut dengan persiapan Jakarta menyambut usia 500 tahun pada 2027 mendatang. Ia menegaskan, pembangunan kota tidak hanya diukur dari aspek infrastruktur dan investasi, tetapi juga dari kuatnya nilai budaya, akhlak, dan harmoni sosial masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyusun dan menyempurnakan direktori ulama, habaib, dan tokoh Betawi yang dinilai berjasa bagi perkembangan Jakarta. Buku tersebut diharapkan menjadi referensi sejarah sekaligus bentuk penghormatan kepada para tokoh Betawi.

Pramono memastikan kegiatan serupa akan kembali digelar pada tahun depan dengan persiapan yang lebih matang. "Insyaallah penyempurnaan buku atau direktori ulama dan habaib ini terus kita lakukan dan tahun depan kita akan menyelenggarakan acara yang sama dan tentunya mudah-mudahan jauh lebih baik, lebih aman, lebih meriah," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menyambut baik gagasan Pramono. Ia menyebut acara tersebut sebagai cara untuk menelusuri, meneladani, dan meneruskan perjuangan para ulama yang telah membangun karakter masyarakat jauh sebelum Indonesia merdeka. "Ide ini sangat luar biasa. Insyaallah dengan ide ini Pak Gubernur semakin berkah dan sukses memimpin kita semua," kata Cak Imin.

Bahkan, Cak Imin berharap Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi dapat terus dilaksanakan setiap tahun sehingga menjadi tradisi yang melekat dalam peringatan hari jadi Jakarta. Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi digelar oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta. Kegiatan yang mengusung tema "Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global" itu dihadiri ribuan jemaah di kawasan Monas.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar