Niat membeli beras murah untuk menekan biaya produksi usaha nasi kuning justru berakhir petaka. Jamilah (56), seorang pedagang nasi kuning di Gang Gudang Kuning, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, harus merelakan uangnya lenyap setelah tertipu oleh seorang pria tak dikenal. Bersama tetangganya, Jumah, ia menjadi korban modus penipuan beras campur pasir yang kian meresahkan.
Peristiwa itu bermula ketika seorang pria mendatangi keduanya menggunakan sepeda motor. Pelaku menawarkan beras dengan harga jauh di bawah harga pasaran yang kian meroket. Untuk meyakinkan calon korbannya, ia memperlihatkan contoh beras yang tampak bersih dan berkualitas baik. Tergiur oleh tawaran itu, Jamilah dan Jumah sepakat membeli total 30 kilogram beras. Pelaku kemudian meminjam karung dengan dalih akan mengambil beras sesuai jumlah pesanan.
Tak lama berselang, pelaku kembali sambil membawa karung yang diklaim sudah berisi beras. Setelah menerima pembayaran dari kedua korban, ia langsung menyerahkan karung tersebut dan segera meninggalkan lokasi. Kecurigaan baru muncul saat Jamilah membuka karung untuk menimbang dan membagi beras. Alih-alih menemukan beras utuh, ia mendapati isi karung hanya bagian atasnya saja yang berupa beras sekitar satu kilogram sementara sisanya adalah pasir putih.
“Jadi yang di atasnya itu beras sekitar satu kilogram, tapi yang di bawahnya pasir semua,” ujar Jamilah kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).
Jamilah mengaku nekat membeli beras tersebut karena harganya jauh lebih murah ketimbang harga pasar yang terus mengalami kenaikan. Namun, niat menghemat biaya produksi itu justru berujung pada kerugian lebih dari Rp400.000. Kini, kedua korban hanya bisa berharap masyarakat lain lebih waspada terhadap penawaran barang murah dari orang yang tidak dikenal agar tidak mengalami nasib serupa.
Artikel Terkait
Pria Nekat Tumpang Kereta Barang di Jatinegara Diamankan Petugas, Didalami Kondisi Psikisnya
OCBC NISP Akuisisi 20% Saham Great Eastern Life Indonesia Senilai Rp202 Miliar
Pesta Gay di Karawang Digerebek, Sekda Ungkap Mayoritas Peserta Masih di Bawah Umur
Menteri Dalam Negeri Turki Sebut Akan Rebut Yerusalem, Israel Bereaksi Keras