Api melahap permukiman padat penduduk di Jalan Tanah Tinggi IV, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Kamis dini hari. Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga yang terbangun karena merasakan hawa panas di dalam rumahnya.
Kepala Seksi Operasi dan Pemadaman Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Triyanto, menjelaskan bahwa kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 00.00 WIB. Saat itu, penghuni rumah yang diduga menjadi titik awal api sedang tertidur di lantai dua.
“Penghuni rumah yang diduga dari awal kebakaran terbangun karena merasakan hawa panas dari ruangan tempat tidurnya yang berada di lantai dua,” ujar Triyanto dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Saat terbangun, penghuni tersebut mendapati api sudah berkobar cukup besar. Ia pun segera bergegas menyelamatkan diri keluar dari rumah tanpa sempat menyelamatkan barang berharga.
“Begitu bangun, terlihat api sudah besar lalu ia pergi menyelamatkan diri,” katanya.
Laporan kebakaran diterima petugas pemadam kebakaran pada pukul 00.15 WIB. Sebanyak tujuh unit pemadam dari Sektor Johar Baru dan Sektor Senen menjadi armada pertama yang dikerahkan ke lokasi. Petugas tiba empat menit kemudian dan langsung memulai operasi pemadaman pada pukul 00.20 WIB.
Api baru berhasil dilokalisasi pada pukul 01.35 WIB, sebelum proses pendinginan dilakukan. Secara keseluruhan, Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan 23 unit pemadam dan 140 personel untuk menangani kebakaran tersebut. Operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 04.24 WIB.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, sekitar 30 rumah terdampak kebakaran dengan luas area yang terbakar mencapai kurang lebih 250 meter persegi. Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.
Artikel Terkait
SPMB Jateng 2026/2027 Berjalan Lancar, Petugas Antisipasi Kendala Teknis dan Perkuat Sistem Pendaftaran
Polisi Peru Samarkan Diri sebagai Maskot Piala Dunia untuk Bongkar Jaringan Narkoba di Lima
Polisi Tetapkan Pemuda Bawa Bom Molotov Saat Demo di Depan DPR sebagai Tersangka
Kepala BGN Bantah Narasi Viral Soal Pembagian Dana MBG untuk Presiden, Sebut Itu Hoaks