Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

- Minggu, 31 Mei 2026 | 10:30 WIB
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertindak sebagai inspektur upacara pada puncak peringatan Hari Lahir Pancasila yang akan digelar Senin, 1 Juni 2026, pukul 10.00 WIB. Upacara tersebut berlangsung di Lapangan Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, dan menjadi agenda nasional yang dipersiapkan secara terpusat oleh pemerintah.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, mengonfirmasi bahwa presiden akan hadir langsung memimpin jalannya upacara. “Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di tingkat pusat akan dilaksanakan secara luring pada hari Senin, 1 Juni 2026, tepat pukul 10.00 WIB. Bapak Presiden Republik Indonesia akan hadir langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara,” ujarnya, Minggu, 31 Mei 2026.

Selain presiden, sejumlah pejabat tinggi negara turut dijadwalkan hadir. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran Kabinet Merah Putih, mantan presiden dan wakil presiden, serta berbagai tokoh nasional akan memenuhi undangan dalam upacara tersebut. Dalam rangkaian acara, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat bertugas membacakan teks Pancasila, Ketua Dewan Perwakilan Daerah membacakan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memimpin pembacaan doa.

Yudian menegaskan bahwa persiapan peringatan tahun ini telah dilakukan secara matang. Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila bukanlah sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Momen peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud komitmen kita bersama bahwa Pancasila senantiasa diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.

Tahun ini, peringatan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian global. Peringatan tahun ini juga menggunakan logo resmi lambang negara, Garuda Pancasila.

Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban pelaksanaan secara nasional, BPIP telah menerbitkan Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Surat edaran tersebut menjadi panduan bagi lembaga negara, kementerian, TNI/Polri, pemerintah daerah, hingga instansi pendidikan dalam menyelenggarakan upacara. “Kami mengajak seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat desa untuk menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara serentak,” ujar Yudian.

Peserta dan perangkat pendukung upacara telah dipersiapkan secara matang. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara terpusat akan menggunakan Formasi Pancasila yang terdiri atas lima kelompok, merepresentasikan lima sila dalam Pancasila. Sementara itu, untuk menjaga keseragaman dan kekhidmatan, tamu undangan pria diwajibkan mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL), tamu undangan wanita mengenakan pakaian nasional, sedangkan anggota TNI/Polri mengenakan Pakaian Dinas Upacara III (PDU III).

Yudian juga mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang terus hidup dan dihayati dalam keseharian. “Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan terus hidup,” pungkasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar