Tim penyelamat di Laos kini berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi tujuh warga desa yang terjebak di dalam gua yang terendam banjir di provinsi Xaysomboun. Peristiwa ini terjadi lima hari lalu, ketika para korban diduga masuk ke dalam gua untuk mencari emas, namun hujan lebat tiba-tiba memicu banjir bandang yang memerangkap mereka di dalam.
Sejumlah penyelam yang sebelumnya terlibat dalam misi penyelamatan tim sepak bola yang terjebak di gua Thailand delapan tahun lalu telah tiba di lokasi untuk membantu proses evakuasi. Video yang dirilis oleh organisasi sukarelawan memperlihatkan para penyelamat merangkak melalui celah-celah sempit dan berlumpur dengan menggunakan tali dan obor. Meskipun upaya pencarian terus dilakukan, belum ada kepastian mengenai kondisi para korban.
“Kami masih belum tahu apakah ada tanda-tanda kehidupan atau apakah mereka masih hidup,” ujar Bounkham Luanglat, presiden asosiasi relawan penyelamat Laos, kepada AFP.
Sementara itu, insiden berbeda terjadi di Tokyo, Jepang, di mana lebih dari 20 orang mengalami luka-luka setelah seorang pria menyemprotkan zat yang tidak diketahui di kompleks perbelanjaan mewah Ginza Six. Dinas Pemadam Kebakaran Tokyo melaporkan bahwa para korban tiba-tiba mengeluhkan sakit tenggorokan dan rasa tidak enak badan. Sebanyak lebih dari 20 orang dilarikan ke rumah sakit, dan kawasan di depan pusat perbelanjaan yang terletak di distrik Ginza itu sempat ditutup. Petugas menyebut gejala yang dialami korban tergolong ringan, sementara penyelidikan masih berlangsung oleh pihak kepolisian dan pemadam kebakaran.
Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan serius terkait wabah Ebola yang menyebar di Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan bahwa laju penyebaran virus kini lebih cepat dibandingkan upaya respons yang dilakukan. Ia menambahkan bahwa keterlambatan dalam mendeteksi kasus menyebabkan proses penanggulangan terus tertinggal, dan epidemi kemungkinan akan memburuk sebelum membaik. Laporan menyebutkan jumlah kematian akibat wabah ini diduga telah mencapai 220 orang.
Dr. Tedros mengumumkan bahwa ia akan bertolak ke Republik Demokratik Kongo pada hari ini bersama Chikwe Ihekweazu, pejabat senior WHO yang menangani darurat kesehatan. Sehari sebelumnya, Uganda melaporkan dua kasus Ebola tambahan, sehingga total kasus yang dikonfirmasi menjadi tujuh. Negara-negara lain yang berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo disebut berada dalam risiko tinggi.
Dalam perkembangan lain, China kembali mencatat sejarah dengan meluncurkan tiga astronot ke luar angkasa melalui misi Shenzhou-23. Roket pembawa Long March-2F Y23 lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan sebagai bagian dari ambisi Beijing untuk mendaratkan awak di Bulan pada tahun 2030. Salah satu anggota kru, Lai Ka-ying, menjadi astronot pertama dari Hong Kong yang ikut serta dalam misi luar angkasa China. Ia adalah mantan inspektur polisi Hong Kong yang memiliki gelar doktor di bidang forensik komputer. Dua anggota kru lainnya adalah komandan Zhu Yangzhu dan pilot Zhang Zhiyuan, keduanya berasal dari divisi astronot Tentara Pembebasan Rakyat.
Artikel Terkait
BNPP Gelar Kuliah Umum di IPDN Sulut untuk Bangkitkan Kesadaran Generasi Muda soal Perbatasan
Remaja 13 Tahun di Cimahi Alami Lengan Tertancap Pagar Besi saat Kejar Layangan
Polisi Kenya Tembak Demonstran Tolak Pusat Karantina Ebola AS di Nanyuki, Satu Tewas
Polri Salurkan 550 Paket Bansos ke Pengemudi Ojol dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80