Harga emas dunia mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan awal pekan ini, didorong oleh optimisme pasar terhadap prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang semakin matang. Sentimen positif ini muncul setelah perkembangan diplomatik selama akhir pekan lalu, yang langsung memicu pergerakan harga logam mulia di bursa Asia, Senin (25/5/2026).
Berdasarkan data pasar, harga emas spot yang menjadi acuan harga pasar emas dunia saat ini melonjak hingga 1,5 persen ke level USD4.577,12 per troy ons. Satuan troy ons sendiri setara dengan 31,10 gram dan digunakan secara global sebagai standar ukuran logam mulia. Sementara itu, harga emas berjangka, yang menjadi patokan kontrak pembelian atau penjualan emas di masa depan, ikut terkerek naik 1,2 persen menjadi USD4.612,24 per troy ons.
Kenaikan ini tidak hanya terjadi pada emas. Logam mulia lainnya juga mencatat penguatan signifikan. Perak spot, misalnya, melesat 3,8 persen ke posisi USD78,3865 per troy ons. Di sisi lain, harga platinum spot naik dua persen menjadi USD1.965,45 per troy ons. Para analis menilai bahwa pelemahan tajam nilai dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah menjadi faktor utama yang menguntungkan harga emas batangan dan logam mulia secara keseluruhan.
Katalis utama dari reli harga ini berasal dari pernyataan Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu. Trump mengungkapkan bahwa kerangka kesepakatan perdamaian dengan Iran sebagian besar telah selesai dinegosiasikan. Laporan media menyebutkan bahwa potensi kesepakatan tersebut tidak hanya akan memperpanjang gencatan senjata AS-Iran yang sedang berlangsung, tetapi juga membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz. Jika terealisasi, langkah ini akan membantu memasok kembali pasar minyak global yang sempat terguncang akibat ketegangan geopolitik.
Namun, optimisme pasar sedikit terusik setelah Trump kemudian mengisyaratkan bahwa pihaknya tidak terburu-buru untuk menyelesaikan kesepakatan. Ia menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan tetap berlaku. Laporan lain juga mengindikasikan bahwa kedua negara masih berselisih mengenai isu-isu krusial, terutama terkait aktivitas nuklir Teheran. Para pejabat Iran, menurut laporan tersebut, sebagian besar menolak tuntutan AS untuk menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya.
Meskipun terdapat ketidakpastian, harapan akan tercapainya kesepakatan damai telah membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi yang dipicu oleh energi akibat perang Iran. Sebelumnya, kekhawatiran ini menjadi titik tekanan utama pada emas dalam beberapa bulan terakhir. Pasar sempat cemas bahwa inflasi yang lebih tinggi dapat memicu kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve dan bank sentral utama lainnya, yang biasanya menjadi sentimen negatif bagi harga logam mulia.
Artikel Terkait
Nestle Indonesia Luncurkan Koko Krunch Kreatif Club 2026, Targetkan 16.000 Siswa SD
Komisi I DPR Apresiasi Diplomasi Pemerintah Pulangkan Sembilan WNI Relawan Flotila Gaza
Polisi Bubarkan Tawuran di Dekat Stasiun Klender, Amankan Busur dan Petasan
Lindi Fitriyana Minta Maaf ke Mantan Suami dan Keluarga Usai Pernyataan Kontroversial Eva Manurung