8 Zulhijah 1447 H Jatuh pada 25 Mei 2026, Ini Amalan dan Keutamaan Puasa Tarwiyah

- Senin, 25 Mei 2026 | 00:15 WIB
8 Zulhijah 1447 H Jatuh pada 25 Mei 2026, Ini Amalan dan Keutamaan Puasa Tarwiyah

Bulan Zulhijah, sebagai bulan kedua belas dan penutup dalam kalender Hijriah, memiliki kedudukan istimewa di antara bulan-bulan lainnya. Bulan ini termasuk dalam salah satu dari empat Asyhurul Hurum, yakni bulan-bulan yang disucikan, di mana umat Islam dilarang keras melakukan perbuatan zalim dan sangat dianjurkan untuk meningkatkan amal ibadah.

Keistimewaan utama bulan Zulhijah adalah menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji, salah satu rukun Islam. Di dalamnya, terdapat Hari Tarwiyah yang jatuh pada tanggal 8 Zulhijah, sebuah hari yang sarat dengan amalan sunah, termasuk puasa. Lantas, kapan tepatnya 8 Zulhijah 1447 Hijriah dan amalan apa saja yang dapat dikerjakan?

Berdasarkan hasil sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia, awal bulan Zulhijah 1447 H ditetapkan pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, hari kedelapan bulan Zulhijah atau 8 Zulhijah resmi jatuh pada Senin, 25 Mei 2026.

Pada hari tersebut, umat Muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Amalan tersebut mencakup berzikir, membaca Al-Quran, bersedekah, dan membaca tahlil. Lebih dari sekadar tanggal, 8 Zulhijah dikenal sebagai Hari Tarwiyah yang memiliki banyak keistimewaan, karena menjadi gerbang pembuka seluruh rangkaian inti ibadah haji dan termasuk dalam sepuluh hari pertama bulan Zulhijah yang penuh berkah.

Di hari yang mulia ini, sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah Tarwiyah. Hukum melaksanakan puasa Tarwiyah adalah sunnah muakkadah, atau sangat dianjurkan. Pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan puasa sunah lainnya, yaitu niat pada malam hari dan berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam.

Lafal niatnya adalah: “Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.” Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”

Keutamaan puasa Tarwiyah pun sangat besar. Pertama, pahala ibadah akan dilipatgandakan. Sebagai salah satu bulan yang dimuliakan, sepuluh hari pertama Zulhijah menjadi waktu di mana pahala dilipatgandakan, sehingga bagi siapa pun yang menjalankan puasa Tarwiyah akan memperoleh ganjaran yang berlimpah.

Kedua, puasa ini dapat menghapus dosa. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Puasa hari Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun. Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun,” (HR Abus Syekh Al-Ishfahani dan Ibnun Najar).

Ketiga, momen ini juga menjadi waktu yang mustajab untuk berdoa. Saat berpuasa di hari Tarwiyah, lisan dan hati yang terjaga membuat doa yang dipanjatkan lebih dikabulkan. Ini menjadi kesempatan tepat untuk memohon ampunan kepada Allah, keberkahan, keselamatan, serta perlindungan bagi diri sendiri dan orang lain.

Dengan meningkatkan ibadah di awal bulan Zulhijah, diharapkan setiap Muslim dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. (Surya Mahmuda)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar