BNI Nilai Kenaikan BI Rate Jadi 5,25 Persen Langkah Tepat Jaga Stabilitas Ekonomi

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 06:00 WIB
BNI Nilai Kenaikan BI Rate Jadi 5,25 Persen Langkah Tepat Jaga Stabilitas Ekonomi

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menilai keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen sebagai langkah yang tepat. Kebijakan ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang masih tinggi.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan respons proaktif otoritas moneter. Langkah ini, menurutnya, tidak hanya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat daya tahan sektor keuangan nasional.

“BNI memandang keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebagai langkah yang terukur dan diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional serta memperkuat daya tahan sektor keuangan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).

Menurut dia, kenaikan suku bunga acuan menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan mengendalikan inflasi dan mempertahankan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia di tengah volatilitas pasar keuangan global.

BNI juga menilai kebijakan moneter ini dapat membantu menjaga iklim usaha. Perusahaan perbankan pelat merah itu meyakini langkah tersebut turut mendukung keberlanjutan fungsi intermediasi perbankan agar tetap sehat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Okki menambahkan bahwa perseroan akan terus mencermati perkembangan kondisi ekonomi dan pasar keuangan secara prudent. Hal ini dilakukan guna memastikan penyaluran pembiayaan kepada nasabah tetap berjalan optimal.

Di sisi lain, BNI berencana melakukan evaluasi dan pemantauan berkala terhadap portofolio kredit. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas aset di tengah dinamika kebijakan moneter, baik di tingkat global maupun domestik.

“Kami akan terus menjaga keseimbangan antara memberikan nilai tambah bagi nasabah dan menjalankan prinsip kehati-hatian perbankan. Di saat yang sama, BNI tetap berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit yang sehat dan berkelanjutan,” kata Okki.

Kenaikan BI Rate ini terjadi di tengah tekanan eksternal yang masih membayangi perekonomian global. Faktor-faktor seperti ketidakpastian arah suku bunga global, volatilitas nilai tukar, hingga tensi geopolitik turut memengaruhi arus modal dan stabilitas pasar keuangan di negara berkembang.

Sementara itu, di level domestik, langkah Bank Indonesia dinilai penting untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Kebijakan ini diharapkan memastikan sektor perbankan tetap memiliki fundamental yang kuat dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar