Ratusan aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya tiba di Istanbul, Turki, setelah sebelumnya ditahan oleh militer Israel saat berupaya menembus blokade laut Gaza. Sebanyak 422 orang terlihat turun dari pesawat dengan mengenakan pakaian abu-abu dan syal Keffiyeh, sambil meneriakkan yel-yel dukungan untuk Palestina.
Sejumlah aktivis tampak dalam kondisi terluka. Beberapa di antaranya bahkan harus dibawa menggunakan tandu dengan penyangga leher dan perban, menandakan kerasnya perlakuan yang mereka alami selama masa penahanan.
Seorang aktivis asal Yunani bernama Pandelis menceritakan pengalaman pahitnya. Ia menyebut penahanan itu sebagai tindakan paling biadab yang pernah ia alami sepanjang hidupnya. Menurut pengakuannya, para aktivis mendapat kekerasan fisik dan sengatan listrik selama berada dalam tahanan.
“Kami dipukuli, setiap orang dari kami dipukuli dengan sengatan listrik di seluruh tubuh. Kami memar. Banyak orang mengalami patah tulang rusuk,” kata Pandelis dalam program Headline News Metro TV, Jumat, 22 Mei 2026.
“Banyak orang tidak bisa berjalan. Kemudian setelah itu mereka membawa kami ke penjara dan itu adalah pengalaman paling biadab yang pernah saya alami,” tuturnya.
Sementara itu, pemerintah Indonesia memastikan bahwa sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ikut serta dalam misi Global Sumud Flotilla 2.0 telah tiba dengan selamat di Istanbul pada 21 Mei 2026. Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memperlancar proses pemulangan seluruh WNI ke Tanah Air.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke Tanah Air berjalan dengan lancar sehingga seluruh WNI dapat tiba kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” ujar Sugiono dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Kamis, 21 Mei 2026.
Menlu Sugiono juga mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh Israel terhadap para WNI selama masa penahanan. Ia menegaskan bahwa Indonesia mengutuk segala bentuk perlakuan tidak manusiawi yang dialami para relawan GSF.
“Indonesia kembali menekankan bahwa segala bentuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla oleh militer Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” tegasnya.
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa sebelum diterbangkan kembali ke Indonesia, para WNI harus menyelesaikan sejumlah prosedur administrasi di Istanbul. “Yang pasti akan segera dipulangkan setelah prosesnya selesai,” ujar Heni.
Kedatangan seluruh WNI di ibu kota Turki itu disambut langsung oleh Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono. Dalam sebuah pernyataan video yang diunggah melalui akun Instagram @menluri, Darianto melaporkan bahwa kesembilan WNI dalam kondisi sehat.
“Hari ini kami sudah bersama sembilan saudara kita yang bergabung dengan koalisi GSF, mereka telah bersama kami dalam kondisi sehat wal afiat,” kata Konjen Darianto.
Artikel Terkait
Rekayasa Lalu Lintas Situasional Diterapkan saat Fun Run Lemhannas di Jakarta, Ini Rute Alternatifnya
Polri Resmi Luncurkan SIM Digital dan ETLE Drone untuk Modernisasi Pelayanan Lalu Lintas
Kementerian Komdigi Wajibkan Registrasi Ulang Akun Media Sosial, Termasuk Pengguna Lama
Pengunjung Rutan Jakarta Pusat Tertangkap Bawa Sabu yang Disembunyikan di Area Kemaluan