Tim Amirul Hajj Indonesia yang telah tiba di Tanah Suci langsung menggelar rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan fase puncak ibadah haji. Rapat yang berlangsung secara maraton ini difokuskan pada pematangan berbagai skema pelayanan dan pergerakan jemaah ketika memasuki fase Armuzna, yakni rangkaian puncak haji yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Pembahasan dalam rapat tersebut mencakup sejumlah aspek krusial, mulai dari kesiapan tenda dan fasilitas pendukung, skema pergerakan jemaah, pelayanan konsumsi, hingga antisipasi kepadatan pada saat puncak pergerakan. Seluruh aspek ini dinilai menjadi penentu kelancaran penyelenggaraan puncak haji 1447 Hijriah yang merupakan tahap paling kritis dalam rangkaian ibadah haji.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, pemerintah berharap penyelenggaraan puncak ibadah haji dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan pelayanan optimal bagi seluruh jemaah Indonesia. Harapan ini disampaikan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf.
"Salah satu tugas dari Amirul Hajj adalah untuk memastikan bahwa semua proses haji para jemaah kita bisa berjalan dengan lancar, dengan aman, dengan nyaman, dan semua pulang dengan sehat dan menjadi haji yang mabrur. Itu harapan kita semuanya," ujar Irfan Yusuf dalam tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Kamis, 21 Mei 2026.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Satu Pelaku Pencurian Ponsel di Mal Cempaka Putih, Satu Buron
Fakultas Ilmu Komputer UMB dan Universiti Teknologi Malaysia Berkolaborasi Dorong Transformasi Digital di Kelurahan Meruya Utara
Direktur PT Terra Drone Indonesia Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara atas Kelalaian K3 yang Tewaskan 22 Karyawan
Portugal Genjot Ambisi Jadi Kekuatan Baru di Sektor Antariksa dengan Pelabuhan Roket di Azores