Motif Pembacokan di Kampung Ambon Terungkap: Pelaku Marah Anaknya Ditegur Korban

- Selasa, 19 Mei 2026 | 18:05 WIB
Motif Pembacokan di Kampung Ambon Terungkap: Pelaku Marah Anaknya Ditegur Korban

Pemicu penusukan yang menewaskan seorang pria berinisial OH di Kampung Ambon, Jakarta Barat, akhirnya terungkap. Peristiwa berdarah itu dipicu oleh kemarahan pelaku yang tidak terima anaknya ditegur oleh korban. Ketegangan sesaat antara kedua pihak itu berujung pada aksi pembacokan yang merenggut nyawa.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom, mengungkapkan bahwa motif tersebut diperoleh dari hasil penyelidikan awal di lapangan. “Pelaku tidak terima mungkin anaknya dimarahi korban sehingga marah dan membacok korban,” ujarnya kepada awak media, Selasa (19/5/2026).

Baik pelaku maupun korban ternyata tinggal dalam satu lingkungan permukiman yang sama. Hubungan tetangga itu tidak serta-merta meredakan amarah pelaku yang kini berstatus buron. Pihak kepolisian masih memburu terduga pelaku berinisial AP tersebut.

“Mereka juga satu kampung, untuk sementara kita masih lakukan pengejaran,” ungkap Parman menambahkan.

Sebelumnya, warga Kampung Ambon digegerkan oleh penemuan seorang pria tergeletak bersimbah darah. Korban diketahui tewas setelah ditikam oleh orang yang belum dikenal. Peristiwa itu sontak menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa korban sempat terlibat cekcok dengan pelaku sebelum akhirnya diserang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian berlangsung pada Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. “Benar telah terjadi tindak pidana pembunuhan pada Kamis, 14 Mei 2026, sekitar pukul 05.00 WIB, di Jalan Akik RT 008 RW 007, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat,” kata Budi dalam keterangan resminya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar