Menteri Imigrasi Resmikan 34 Rumah ASN di Cikarang, Gunakan Limbah PLTU untuk Hunian Terjangkau

- Selasa, 19 Mei 2026 | 14:20 WIB
Menteri Imigrasi Resmikan 34 Rumah ASN di Cikarang, Gunakan Limbah PLTU untuk Hunian Terjangkau

Komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) kembali diwujudkan melalui peresmian fasilitas hunian baru di kawasan Cikarang Barat dan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menyediakan tempat tinggal yang layak, nyaman, dan terjangkau bagi para pegawai negeri.

Peresmian yang diberi tajuk Launching Fasilitas Rumah ASN Kemenimipas Casa De Prima tersebut digelar di Cikarang Barat pada Selasa, 19 Mei 2026. Dalam sambutannya di lokasi, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa penyediaan rumah merupakan fondasi awal bagi ASN untuk dapat mengabdi dan melayani masyarakat secara prima.

“Ini adalah upaya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam menyejahterakan pegawai melalui penyediaan rumah yang nyaman, layak huni, dan terjangkau,” ujar Agus.

Pada tahap awal pembangunan, sebanyak 34 unit rumah dan sembilan unit rumah toko (ruko) dari total 60 bangunan di Casa De Prima Cikarang Barat telah rampung dikerjakan. Sementara itu, proyek di Cikarang Pusat yang menargetkan pembangunan 78 unit hunian direncanakan akan dimulai pada awal Juni 2026.

Menurut Agus, fasilitas perumahan ini memiliki keistimewaan tersendiri karena mengedepankan aspek inklusivitas dan penerapan konsep ekonomi hijau (green economy). Bahan bangunan yang digunakan, misalnya, memanfaatkan limbah sisa pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berupa fly ash bottom ash (FABA) yang diolah secara produktif.

“Bahan bangunan tersebut diolah menjadi struktur rumah, bataton, dan paving block oleh tangan-tangan terampil warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas I Tangerang,” jelasnya.

Di sisi lain, kemudahan akses kepemilikan hunian juga menjadi perhatian serius. Kemenimipas menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk menyediakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan suku bunga tetap sebesar 7,5 persen selama 25 tahun. Agus menilai dukungan ini sangat penting untuk mempermudah pegawai memiliki hunian yang lokasinya strategis dan dekat dengan tempat kerja.

“Ini adalah kesempatan yang sangat baik. Mohon kepada rekan-rekan bisa memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya sehingga apa yang menjadi arah bijak pemerintah dapat kita implementasikan,” ucapnya.

Agus juga menyampaikan apresiasi kepada PT PLN yang sejak awal telah menginisiasi pemanfaatan limbah FABA, tidak hanya di Tangerang dan Nusakambangan, tetapi juga di delapan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Indonesia. Ia berharap inovasi ini dapat terus berkontribusi dalam menekan harga rumah sehingga lebih terjangkau.

“Mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi harga yang terjangkau, rumah murah, yang nantinya bisa dinikmati bukan saja oleh pegawai, tetapi juga oleh masyarakat,” tutupnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar