Suasana haru menyelimuti ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ketika Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, Michael Wisnu Wardhana, membacakan permintaan maaf secara langsung kepada keluarga 22 korban tewas dalam kebakaran gedung perusahaannya. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang merenggut nyawa para karyawannya itu.
“Sebagai manusia biasa, saya menyadari tidak luput dari segala kesalahan dan segala kekurangan. Untuk itu, sebelum saya membacakan nota pembelaan pribadi saya ini, izinkan saya menyampaikan dari lubuk hati saya, rasa duka yang mendalam kepada seluruh keluarga rekan-rekan kerja saya yang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran ini,” kata Michael saat membacakan pleidoi pribadinya, Selasa (19/5/2026).
Dalam pernyataannya, ia menegaskan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh keluarga korban. “Dari hati yang tulus saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga rekan-rekan saya yang menjadi korban peristiwa ini,” sambungnya.
Michael mengaku peristiwa kebakaran itu meninggalkan luka yang sangat dalam. Ia merasa terpukul dan kehilangan secara tiba-tiba orang-orang yang selama ini menjadi bagian dari kesehariannya, baik sebagai rekan kerja maupun sahabat diskusi. “Kejadian musibah ini sangat membuat saya terpukul dan bersedih, kehilangan secara tiba-tiba sahabat, teman diskusi yang juga merupakan rekan kerja terbaik yang pernah saya kenal,” ujarnya.
Ia mendoakan seluruh korban yang merupakan karyawan PT Terra Drone agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. “Teriring doa saya untuk seluruh almarhum dan almarhumah, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dan kesabaran,” tuturnya.
Michael menceritakan bahwa saat pertama kali mendengar kabar kebakaran, ia langsung bergegas menuju lokasi untuk memastikan kondisi seluruh karyawan. Namun, apa yang dilihatnya di lokasi kejadian membuatnya terkejut dan tak kuasa menahan tangis. “Sesampainya di lokasi, saya sangat terkejut dan menangis melihat kondisi kantor yang terbakar dan terlebih melihat kondisi karyawan saya. Hari itu merupakan titik terkelam dan terendah dalam hidup saya, di mana saya harus menerima kenyataan kehilangan rekan-rekan kerja yang juga merupakan sahabat-sahabat saya yang telah menjadi bagian dari kehidupan saya sehari-hari,” ucapnya.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa sehari setelah kebakaran, yakni pada 10 Desember 2025, ia langsung dijemput oleh pihak kepolisian. Selama proses pemeriksaan, Michael mengaku telah bersikap kooperatif. Namun, karena harus menjalani proses hukum, ia tidak memiliki kesempatan untuk menemui secara langsung keluarga para korban. “Oleh karena itu saya tidak memiliki kesempatan untuk menemui secara langsung keluarga dan rekan-rekan saya yang gugur dalam peristiwa kebakaran. Untuk itu sekali lagi saya memohon maaf kepada seluruh keluarga korban,” ujarnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Michael mengaku telah membiayai seluruh proses pemakaman, mencairkan BPJS, memberikan santunan dan donasi, serta mengadakan beasiswa bagi anak-anak korban. Ia menuturkan bahwa langkah-langkah tersebut merupakan wujud empati dan kepeduliannya kepada keluarga yang ditinggalkan. “Saya menyadari bahwa jabatan yang saya emban sebagai pengurus perusahaan memiliki tanggung jawab yang besar. Namun dari lubuk hati terdalam sebagai manusia biasa, terkadang saya masih merenungkan beban kesalahan yang seolah sepenuhnya ditumpukan kepada saya atas musibah ini,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Wali Kota Serang Temukan Indikasi Kebocoran Retribusi Parkir Rp9 Miliar
Mensos Ajak Mahasiswa PTKIN Jadi Jembatan Masyarakat dengan Program Sekolah Rakyat
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Pesugihan di Gunung Kawi, Sebut Video Syuting Podcast Horor
Bayi Perempuan Ditemukan di Belakang Rumah Warga Anyer, Pelaku Ibu Kandung dan Nenek