TNI Bantah Terlibat Ledakan di Halaman Gereja Intan Jaya yang Lukai Empat Warga Sipil

- Selasa, 19 Mei 2026 | 12:05 WIB
TNI Bantah Terlibat Ledakan di Halaman Gereja Intan Jaya yang Lukai Empat Warga Sipil

Empat warga sipil terluka akibat ledakan di halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Santo Misael Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Insiden yang mengguncang ketenangan area ibadah itu segera memicu spekulasi di media sosial yang mengarahkan tuduhan kepada aparat keamanan. Namun, TNI dengan tegas membantah keterlibatan dalam peristiwa tersebut.

“Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI-Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut,” ujar Kepala Penerangan Komando Operasi TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (18/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan di tengah proses investigasi yang masih berlangsung. Wirya menjelaskan bahwa tim gabungan saat ini masih melakukan pendalaman dan verifikasi di lapangan. Salah satu temuan awal yang menjadi perhatian adalah karakteristik granat yang ditemukan di lokasi kejadian. Menurutnya, benda tersebut tidak sesuai dengan standar persenjataan yang digunakan oleh TNI.

“TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, apalagi di area ibadah. TNI selalu mengedepankan pendekatan keamanan yang humanis dan melindungi masyarakat Papua,” tegasnya.

Di sisi lain, pihaknya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Wirya menekankan bahwa isu-isu semacam ini sangat rentan memicu provokasi dan memperkeruh situasi keamanan yang tengah dijaga di wilayah Intan Jaya.

“Insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua,” bebernya. Ia menambahkan bahwa Satgas Koops Habema terus melakukan patroli dan pengamanan di wilayah tersebut untuk mencegah terulangnya aksi serupa.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar