Beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan Kabupaten Bogor akan memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat langsung dibantah tegas oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto. Isu tersebut, menurut dia, tidak memiliki dasar dan tidak pernah disampaikan oleh pihaknya, terutama dalam kaitannya dengan polemik penutupan tambang di wilayah Parungpanjang.
Dalam pernyataannya di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong, Senin, Rudy menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tetap menjalin hubungan yang baik dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Kami hanya mengajak seluruh masyarakat, berbijaklah menggunakan media sosial,” kata Rudy.
Menurut Rudy, narasi mengenai ancaman keluarnya Kabupaten Bogor dari Jawa Barat adalah informasi yang tidak benar. Ia menantang pihak-pihak yang menyebarkan kabar tersebut untuk menunjukkan bukti visual atau pernyataan resmi dari dirinya maupun jajaran pemerintah daerah.
“Kalau sampai ada berita-berita, apabila kebijakan A, B, C tidak dituruti, maka bupati, wakil bupati mengancam akan keluar dari Provinsi Jawa Barat, tunjukkan videonya, tunjukkan statement-nya. Saya pastikan tidak ada,” ujarnya.
Sementara itu, Rudy menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini justru tengah fokus mempercepat pembangunan di berbagai sektor, baik bersama pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Ia mengakui bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti pembangunan infrastruktur jalan, perbaikan sekolah, dan peningkatan layanan publik.
“Masyarakat Kabupaten Bogor membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur. Masih banyak jalan yang rusak, masih banyak sekolah yang rusak,” katanya.
Di sisi lain, Rudy juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Ia menekankan bahwa platform digital seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan kritik dan masukan yang bersifat membangun bagi pemerintah.
“Gunakan media sosial sebagai saran, masukan, kritik yang membangun untuk pemerintah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa hubungan antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjalan harmonis dan saling mendukung dalam proses pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Bogor, menurut dia, tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat maupun provinsi sesuai dengan kewenangan masing-masing.
“Kita membangun bangsa bersama-sama sesuai dengan kewenangan, tanggung jawab, dan porsinya,” kata Rudy.
Ia pun mengajak seluruh warga Kabupaten Bogor untuk menjaga persatuan dan tidak terpecah oleh informasi bohong yang beredar di ruang digital. “Seluruh masyarakat Kabupaten Bogor cinta damai. Seluruh masyarakat Kabupaten Bogor tidak ingin dipecah belah,” ujarnya.
Artikel Terkait
Gubernur Malut Sebut Kemiskinan Petani dan Nelayan Akibat Kebijakan Abaikan Infrastruktur
Menteri Kebudayaan: Museum Harus Jadi Ruang Publik yang Menyatukan Perbedaan di Tengah Fragmentasi Global
Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya Teken MoU Integrasikan 24 Ribu CCTV untuk Keamanan Ibu Kota
NasDem Instruksikan Kader Jaga Etika Komunikasi dan Hindari Pernyataan Asal Bunyi