Fakta mengejutkan terungkap di balik peristiwa pembacokan brutal yang menimpa seorang ibu rumah tangga di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pelaku yang menyerang korban menggunakan parang ternyata diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan diketahui telah beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Mahir Mahar, Kecamatan Jekan Raya, pada Kamis (14/5/2026) pagi dan sempat menggegerkan warga setempat. Korban bernama Evi Julianti alias Memei (45), seorang penjual sekaligus tukang pijat yang sehari-hari beraktivitas di warung tempat kejadian perkara. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala, leher, dan kedua tangan hingga nyaris putus.
Pemilik warung, Awon, mengungkapkan bahwa pelaku merupakan tetangga korban. “Korban dibacok pakai parang. Pelaku itu tetangga,” ujarnya, Kamis (14/5/2026). Menurut Awon, kondisi korban saat ditemukan warga sangat mengenaskan karena mengalami banyak luka bacok. “Kedua tangan korban nyaris putus, ada juga bacok di leher dan kepala,” katanya.
Pelaku diketahui berinisial ND, seorang pria berusia sekitar 35 tahun yang diduga mengalami gangguan kejiwaan. Warga sekitar bernama Darlan Ginter mengungkapkan bahwa pelaku sebelumnya sudah beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. “Pelaku itu sudah beberapa kali masuk rumah sakit jiwa, mungkin penyakitnya kambuh dan kehabisan obat,” kata Darlan.
Saat kejadian, korban diduga sedang sendirian di warung. Meski mengalami luka parah dan tubuh bersimbah darah, korban masih sempat berjalan meminta pertolongan sebelum akhirnya pingsan di salah satu warung warga. Petugas Brimob Polda Kalteng bersama warga langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis intensif.
Sementara itu, pelaku berhasil diamankan aparat dan langsung dibawa ke rumah sakit jiwa untuk menjalani pemeriksaan kondisi kejiwaannya. Kasus pembacokan tersebut kini masih ditangani Polsek Pahandut guna mendalami motif dan memastikan kondisi psikologis pelaku saat melakukan aksi penganiayaan.
Artikel Terkait
Ditjenpas Bantah Video Viral Sel Mewah di Lapas Cilegon, Tegaskan Fasilitas Semua Narapidana Sama
Kemenag Perketat Pengawasan Kesehatan Jemaah Haji Usai 24 Orang Meninggal
Anggota DPRD Jember Terancam Pidana Usai Kedapatan Main Gim dan Merokok Saat Rapat Stunting
Sekjen Imipas Tinjau Lapas Garut, Puji Program Pakan Ayam Mandiri Karya Warga Binaan