Polda Riau Rampungkan 39 Jembatan Desa untuk Buka Akses Wilayah Terisolasi

- Kamis, 14 Mei 2026 | 22:05 WIB
Polda Riau Rampungkan 39 Jembatan Desa untuk Buka Akses Wilayah Terisolasi

Kepolisian Daerah Riau menuntaskan pembangunan 39 unit jembatan desa pada tahap kedua sebagai wujud komitmen membuka akses konektivitas antarwilayah. Program ini digarap oleh Satuan Tugas Darurat Pembangunan Jembatan yang melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan.

Kapolda Riau, Inspektur Jenderal Polisi Herry Heryawan, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel yang terlibat. Menurutnya, inisiatif ini merupakan implementasi nyata dari konsep Polri Presisi yang hadir untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat di pedesaan.

"Jembatan bukan hanya sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga penghubung harapan masyarakat menuju pendidikan, ekonomi, pelayanan kesehatan, dan kehidupan yang lebih baik. Saya mengapresiasi dedikasi seluruh personel yang bekerja tanpa kenal lelah demi masyarakat," ujar Irjen Herry dalam keterangan resminya, Kamis (14/5/2026).

Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sederhana namun menyentuh kebutuhan langsung masyarakat merupakan bagian dari semangat pengabdian Polri kepada rakyat. "Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri. Ketika akses terbuka, roda ekonomi bergerak, anak-anak bisa pergi sekolah dengan aman, dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa khawatir," tambahnya.

Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Polda Riau, Komisaris Besar Polisi I Ketut Gede Adi Wibawa, menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan semangat gotong royong bersama masyarakat setempat. Selain membangun konstruksi baru, personel juga melakukan renovasi total terhadap jembatan yang sudah tidak layak digunakan.

"Pembangunan ini bukan sekadar membangun fisik jembatan, tetapi juga membangun harapan masyarakat agar aktivitas sehari-hari menjadi lebih aman dan lancar," ujarnya.

Program kemanusiaan ini melibatkan 120 personel gabungan dari Satuan Brimob, Direktorat Samapta, dan Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Riau. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata upaya kepolisian dalam membuka keterisolasian wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi, hingga mendukung akses pendidikan anak-anak di desa.

Sejumlah jembatan yang telah rampung tersebar di berbagai wilayah, antara lain Siak, Dumai, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, hingga Kuantan Singingi. Sebelum dibangun, jembatan-jembatan tersebut berada dalam kondisi rusak, membahayakan warga, dan menghambat akses pelajar menuju sekolah.

Di sisi lain, pembangunan belum sepenuhnya selesai. Saat ini masih terdapat 37 unit jembatan lain yang tengah dalam proses pengerjaan di sejumlah daerah. Progresnya bervariasi, mulai dari tahap pondasi hingga finishing. Sementara itu, tujuh titik lainnya telah memasuki tahap persiapan pembangunan.

Beberapa proyek yang menjadi perhatian khusus antara lain pembangunan jembatan sepanjang 168 meter di Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, serta pembangunan akses penghubung desa di wilayah Kuantan Singingi, Bengkalis, Pelalawan, hingga Kota Dumai.

Program Satgas Darurat Pembangunan Jembatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya keselamatan, akses pendidikan, dan inklusi sosial bagi masyarakat pedesaan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar