RT 11 Gandaria Utara Catat Nihil Kriminalitas Berkat Inovasi Keamanan Digital Terintegrasi

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:40 WIB
RT 11 Gandaria Utara Catat Nihil Kriminalitas Berkat Inovasi Keamanan Digital Terintegrasi

Sebuah Rukun Tetangga di kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berhasil mencatatkan nihil angka kriminalitas berkat serangkaian inovasi keamanan berbasis teknologi. Ketua RT 11 RW 07, Imam Basori, mengungkapkan bahwa lingkungannya kini dilengkapi dengan gerbang digital, kamera pengawas, sistem tombol darurat, hingga alat pelacak pada setiap kendaraan warga yang terintegrasi dengan ponsel pintar.

Salah satu terobosan utama yang diterapkan adalah pemasangan e-gate atau gerbang digital yang beroperasi menggunakan teknologi RFID. Setiap warga diberikan kartu akses khusus untuk keluar-masuk lingkungan pada jam malam, yaitu pukul 00.00 hingga 05.30 WIB. Imam menjelaskan bahwa sistem ini menjadi cikal bakal dari berbagai inovasi keamanan lain yang kemudian menyusul.

"Ada e-Gate 11, yakni gerbang digital. Dalam hal ini gerbang elektronik yang berbasis menggunakan akses kartu RFID," ujar Imam saat ditemui di lokasi, Sabtu (7/5/2026).

Setelah sistem gerbang digital berjalan, warga kemudian mengembangkan inovasi pemasangan GPS pada setiap sepeda motor milik warga. Alat pelacak itu tersambung langsung ke ponsel masing-masing pemilik, sehingga pergerakan kendaraan dapat dipantau secara real time. Sistem pengawasan pun diperkuat dengan pemasangan kamera CCTV yang beroperasi selama 24 jam dan dapat diakses oleh seluruh warga melalui smartphone mereka.

"Semua bisa melihat secara real time kejadian maupun kegiatan aktivitasnya yang termonitor dari CCTV," kata Imam.

Di sisi lain, sistem keamanan konvensional berupa kentongan darurat juga telah dimodernisasi. Warga kini menggunakan tombol panik atau panic button yang dilengkapi sirene keras sebagai tanda bahaya. Inovasi ini dirancang untuk mempercepat respons ketika terjadi situasi darurat di lingkungan.

"Ini menggantikan sistem konvensional yang sebelumnya menggunakan kentongan. Nah, ini kita menggunakan alarm panic button," jelas Imam.

Terobosan terbaru yang diluncurkan adalah sistem imbauan suara malam bernama "Si Jaga Warga". Sebanyak enam pengeras suara telah dipasang di berbagai titik strategis di lingkungan RT 11. Uniknya, suara yang digunakan dalam imbauan tersebut menggunakan logat Betawi, sebagai upaya mempertahankan kultur budaya lokal sekaligus meningkatkan kedekatan pesan dengan warga.

"Suara malam itu yang sekarang kita lakukan, kita buat itu kita namai 'Si Jaga Warga'. Nah, kita memberikan imbauan, edukasi ke masyarakat tentang jam malam, imbauan soal masalah listrik, motor, kendaraan bermotor, maupun kompor dan sebagainya," papar Imam.

"Nah, ini yang uniknya kita menggunakan suara malam ini menggunakan logat Betawi. Ini setidaknya masih ada kultur budaya Betawi," tambahnya.

Imam menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut merupakan hasil kerja sama aktif antarwarga. Berkat penerapan sistem keamanan terpadu ini, lingkungan RT 11 berhasil mempertahankan status nihil tindak kejahatan sejak pertama kali sistem diluncurkan.

"Alhamdulillah, untuk saat ini dari launching sampai sekarang zero kriminalitas, zero curanmor, zero aktivitas lainnya," pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar