Mahasiswa UPI Bersihkan Sampah Plastik di Sungai Cikapundung Bandung

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:30 WIB
Mahasiswa UPI Bersihkan Sampah Plastik di Sungai Cikapundung Bandung

Pagi yang tenang di kawasan Plaza Cikapundung River Side, Kota Bandung, berubah menjadi penuh semangat pada Sabtu (9/5). Puluhan anak muda yang tergabung dalam Kelompok Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (KPALH) Gandawesi FPTI UPI memutuskan untuk turun langsung ke aliran sungai yang mulai mengering dan berlumpur demi mengangkat tumpukan limbah plastik.

Kegiatan kolaboratif bertajuk Gandawesi X River CleanUp ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Tanpa ragu, para mahasiswa dan relawan mengenakan sarung tangan dan membawa karung sampah untuk menyisir setiap sudut sungai dari sampah plastik, kain bekas, hingga limbah rumah tangga yang tersangkut di dasar sungai yang pekat.

"Aksi ini adalah bentuk kepedulian nyata. Kita tidak boleh hanya berpangku tangan melihat kondisi sungai yang semakin memprihatinkan," kata Ketua Dewan Pengurus KPALH Gandawesi FPTI UPI, Muhamad Rizki, Sabtu (9/5).

Rizki menjelaskan bahwa konsep terjun langsung ke sungai sengaja dipilih untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan. Baginya, edukasi melalui pengalaman nyata jauh lebih efektif dan membekas daripada sekadar teori di kelas.

“Cikapundung ini bagian penting dari Bandung. Kalau kita hanya mengeluh soal sampah tapi tidak turun tangan, kondisi sungai tidak akan berubah,” tegasnya.

Sementara itu, dukungan penuh juga datang dari pihak akademisi. Dosen Pembimbing KPALH Gandawesi sekaligus Dosen Teknik Logistik FPTI UPI Wiku Larutama mengapresiasi inisiasi kolaborasi ini. Dia melihat adanya semangat persatuan antara berbagai himpunan mahasiswa prodi lain dan komunitas River CleanUp.

“Ini bukan hanya sebatas bersih-bersih, tapi ada inisiasi kerja sama yang luar biasa. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan dengan skala yang lebih luas, tidak hanya di tingkat fakultas saja,” ujar Wiku.

Wiku juga mengingatkan agar para anggota Gandawesi tetap memegang teguh core organisasi sebagai penjaga lingkungan. Ia berharap niat baik ini menjadi pemantik bagi gerakan lingkungan yang lebih masif di masa depan.

Dampak positif aksi ini dirasakan langsung oleh para peserta, salah satunya Annisa Nuraeni. Mahasiswi Teknik Sipil UPI angkatan 2024 ini mengaku penasaran dan ingin tahu lebih dalam mengenai pengelolaan sampah. Meski lelah berkubang lumpur, ia merasa mendapatkan perspektif baru.

“Capek pasti, tetapi seru. Setelah ikut kegiatan ini jadi lebih sadar kalau sampah itu dampaknya besar banget buat lingkungan. Jadi lebih aware sekarang,” kata Annisa.

Aksi mahasiswa ini juga menarik perhatian warga sekitar yang melintas. Beberapa di antaranya berhenti sejenak untuk mengabadikan momen tersebut, mengapresiasi kepedulian generasi muda yang masih mau bersusah payah demi kelestarian alam Kota Bandung.

Melalui aksi ini, KPALH Gandawesi berharap masyarakat semakin sadar untuk berhenti membuang sampah ke aliran sungai demi masa depan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar