Marah karena Mobil Terkena Percikan Air, Pengemudi di Cileungsi Aniaya Petugas SPBU dengan Stik Pembatas Jalan

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:30 WIB
Marah karena Mobil Terkena Percikan Air, Pengemudi di Cileungsi Aniaya Petugas SPBU dengan Stik Pembatas Jalan

Kekesalan seorang pengemudi mobil karena kendaraannya terkena percikan air kotor menjadi pemicu aksi penganiayaan terhadap seorang pegawai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (8/5) lalu itu viral di media sosial setelah rekaman videonya beredar luas dan menunjukkan aksi brutal pelaku yang tak segan melukai korban.

Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengungkapkan bahwa motif pelaku melakukan kekerasan dipicu oleh kemarahan sesaat. “Kesal karena mobilnya terkena air kotor dari petugas SPBU yang sedang melakukan Jumat Bersih,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (9/5/2026). Pelaku yang diketahui turun dari mobilnya itu kemudian mengambil stik pembatas jalan dan melemparkannya ke arah pegawai hingga mengenai wajah korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti. Satu unit mobil yang digunakan pelaku saat kejadian turut dibawa ke Mapolsek Cileungsi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. “Selain mengamankan pelaku, polisi juga membawa satu unit mobil yang digunakan saat kejadian ke Mapolsek Cileungsi sebagai barang bukti,” kata Edison menambahkan.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat pelaku awalnya mengisi bahan bakar di SPBU tersebut. Tak lama setelah itu, ia turun dari kendaraan dan sempat terjadi interaksi singkat dengan pegawai SPBU. Emosi pelaku kemudian memuncak hingga ia mengambil stik pembatas jalan dan melemparkannya ke arah korban. Beberapa pegawai lain yang berada di lokasi sempat berusaha melerai, namun aksi penganiayaan telah terjadi.

Korban yang saat itu tengah menjalankan kegiatan rutin Jumat Bersih di area SPBU, menjadi sasaran kemarahan pelaku secara tiba-tiba. “Belum diketahui secara pasti pemicu terjadinya insiden tersebut,” ujar Edison. Meski demikian, korban telah mendapatkan penanganan medis pascakejadian.

Di sisi lain, sikap pelaku dinilai tidak menunjukkan itikad baik. Setelah melukai korban, ia tidak memberikan permintaan maaf, melainkan langsung meninggalkan lokasi kejadian menggunakan kendaraan pribadinya. “Usai melakukan penganiayaan, pelaku disebut tidak menunjukkan itikad baik maupun permintaan maaf kepada korban. Pelaku justru langsung meninggalkan lokasi kejadian menggunakan kendaraan pribadinya,” imbuh Kapolsek.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar