Satuan Tugas Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mulai menyisir kesiapan sarana dan prasarana di area wukuf Arafah untuk memastikan kenyamanan serta keamanan calon jemaah haji Indonesia saat melaksanakan puncak ibadah haji nanti. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan krusial yang terus dikebut menjelang hari puncak.
Kepala Satuan Operasi Armuzna, Surnadi, memimpin langsung peninjauan di titik-titik strategis Padang Arafah. Fokus utama tim adalah memastikan kedudukan markas bagi jemaah, rute murur, hingga jalur evakuasi di sepuluh sektor adhoc. Dalam peninjauan tersebut, tim menemukan sejumlah maktab yang terindikasi mengalami tumpang tindih atau dobel.
"Kami cek di lapangan ada beberapa maktab yang ada double. Nanti ke depan kami akan tinjau lagi kebenarannya," kata Surnadi.
Sementara itu, tim satgas mencatat sejumlah poin penting lainnya, termasuk peninjauan ulang posisi markas tertentu bersama pihak syarikah. Kelancaran bus Taradudi juga menjadi perhatian utama demi memastikan mobilisasi jemaah pada 9 Dzulhijjah berjalan tanpa kendala. Di sisi lain, tim juga memeriksa secara langsung kesiapan alat dan sarana penunjang di dalam tenda.
"Kami lanjut tinjau ke dalamnya bagaimana kesiapan alat atau sarana prasarananya, tendanya, kemudian kasurnya, bantalnya, MCK-nya, airnya, dan lain sebagainya. Kami tadi lihat sudah lebih ada peningkatan dari tahun-tahun yang lalu," ujar Surnadi.
Sebanyak 586 petugas akan diterjunkan dengan kekuatan penuh mulai 7 Dzulhijjah waktu Arab Saudi. Mereka akan mengawal empat pilar utama, yaitu akomodasi, konsumsi, transportasi, dan layanan kesehatan di setiap sektor.
Artikel Terkait
Real Madrid Resmi Datangkan Marc Cucurella dari Chelsea dengan Nilai Transfer 55 Juta Euro
Komisaris Perusahaan Bunuh Direktur Utama di Menteng, Motif Dendam karena Sering Dicerca
Cara Cek Skor Kredit via iDebKU OJK, Tak Perlu Antre Cukup Online
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Presiden Prabowo, Bahas Target Lolos Piala Dunia 2030