Perjalanan KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung atau Green Line pada Senin (4/5) petang berubah menjadi mimpi buruk bagi para pengguna jasa. Gangguan listrik akibat sambaran petir, banjir di sejumlah titik, hingga matinya sistem pendingin udara membuat ribuan penumpang harus bertahan di dalam gerbong yang pengap dan gelap selama beberapa waktu. Kejadian ini berlangsung sejak pukul 17.30 WIB dan berdampak pada sejumlah perjalanan kereta di rute tersebut.
PT KAI Commuter melaporkan bahwa gangguan bermula dari masalah pada Listrik Aliran Atas (LAA) di antara Stasiun Jurangmangu dan Pondok Ranji. Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan melalui akun media sosial, penyebab utama gangguan tersebut adalah sambaran petir yang mengenai jaringan listrik di jalur tersebut. Petugas langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan rekayasa perjalanan guna meminimalkan dampak terhadap pengguna.
“Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas gangguan operasional pada Listrik Aliran Atas di antara Stasiun Jurangmangu–Pondok Ranji sehubungan imbas tersambar petir dan saat ini dalam proses penanganan,” tulis pihak KAI Commuter dalam pernyataan resminya.
Akibat gangguan ini, pasokan listrik ke kereta terputus sehingga sistem pendingin udara atau AC di dalam seluruh rangkaian kereta tidak berfungsi. Para penumpang yang berada di dalam gerbong mengeluhkan kondisi yang semakin tidak nyaman karena udara terasa panas dan pengap. Beberapa di antara mereka mengunggah keluhan di media sosial, mempertanyakan estimasi waktu perbaikan dan menyoroti penumpukan penumpang di sejumlah stasiun.
Salah seorang penumpang, Nicolas Galih, menuturkan pengalamannya saat melintasi Stasiun Jurangmangu. Ia mengaku sempat terkejut ketika lampu di dalam kereta tiba-tiba padam total dan kereta berhenti selama kurang lebih lima menit. “Tadi pada saat masuk Stasiun Jurangmangu KRL-nya tiba-tiba mati lampu terus tertahan kurang lebih 5 menit,” ujarnya saat dihubungi pada Senin malam.
Sementara itu, kondisi cuaca yang sedang hujan turut memperparah situasi. Penumpang yang terjebak di dalam gerbong harus menunggu dalam keadaan gelap dan sesak tanpa kepastian kapan perjalanan dapat dilanjutkan. Pihak KAI Commuter telah menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna dan memastikan proses perbaikan dilakukan secepat mungkin agar layanan dapat kembali normal.
Artikel Terkait
UEA Tuding Iran Dalang Serangan Rudal dan Drone, 15 Proyektil Berhasil Dicegat
Kaur Keuangan Desa Petir Dibekuk Usai Empat Bulan Buron, Korupsi Dana Desa Capai Rp1 Miliar
IHSG Dibuka Melemah ke 6.968, Tertekan Aksi Jual Asing dan Geopolitik Global
Tebing Longsor di Bogor Barat Timpa Dua Rumah, Tujuh Warga Mengungsi