Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan hari ini, Selasa, 5 Mei 2026, dengan berada di zona merah pada level 6.968,566, melanjutkan tren pelemahan di tengah tekanan dari faktor global dan domestik.
Berdasarkan data RTI yang terekam hingga pukul 09.19 WIB, indeks sempat mencatatkan sedikit penguatan sebesar 0,601 poin atau setara 0,01 persen ke level 6.972,555. Pergerakan IHSG pada sesi awal perdagangan bergerak dalam rentang yang cukup lebar, dengan level tertinggi menyentuh 6.981 dan level terendah mencapai 6.921.
Kondisi ini terjadi sehari setelah IHSG ditutup menguat 0,22 persen pada perdagangan Senin, 4 Mei 2026. Namun, kenaikan tersebut diiringi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp791 miliar. Saham-saham dengan tekanan jual asing terbesar antara lain BMRI, BBCA, BUMI, BRMS, dan ASII, seperti tercantum dalam riset harian BNI Sekuritas.
Sementara itu, bursa saham Wall Street justru mengalami koreksi pada perdagangan Senin waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,13 persen, S&P 500 turun 0,41 persen, dan Nasdaq Composite berkurang 0,19 persen. Pelemahan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia serta meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan. Faktor tambahan yang membebani pasar adalah serangan Iran ke Uni Emirat Arab (UEA).
Di sisi lain, mayoritas bursa Asia justru mencatatkan penguatan pada hari yang sama. Indeks Hang Seng naik 1,24 persen, Taiex Taiwan melesat 4,57 persen, dan Kospi Korea Selatan melonjak signifikan sebesar 5,12 persen. Namun, indeks ASX 200 Australia menjadi pengecualian dengan melemah 0,38 persen.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam risetnya menyampaikan pandangan terkait prospek IHSG ke depan.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6.850-6.900 dan Resist IHSG: 7.000-7.090,” ujarnya.
Menghadapi potensi koreksi tersebut, BNI Sekuritas juga memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pilihan trading hari ini. Enam saham yang direkomendasikan meliputi CDIA, AKRA, INDY, ENRG, BULL, dan MEDC dengan strategi buy on weakness atau spec buy pada level harga tertentu serta target harga dan level cutloss yang telah ditentukan.
Artikel Terkait
Banjir di Tangerang Selatan Mulai Surut, Longsor Terjang Rumah Warga di Cipayung
Kemlu Konfirmasi Kapal Asing Melintas di Perairan Indonesia, Super Tanker Iran Terpantau di Lombok
Terdakwa Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Seret Nama Pihak Lain sebagai Dalang
Yamaha Youth Community Perkuat Kampanye Keselamatan Berkendara di Lima Kota