Boyolali Seorang calon jemaah haji asal Embarkasi Lombok gagal berangkat ke Arab Saudi. Pasalnya, namanya masuk dalam daftar cekal imigrasi selama sepuluh tahun. Diduga, ia pernah melakukan pelanggaran saat berada di sana.
Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf, angkat bicara soal kejadian ini. Ia menyampaikannya saat melakukan kunjungan ke Embarkasi Solo, Kamis sore, 30 April 2026.
“Mungkin karena pernah melakukan pelanggaran di sana. Tapi dari laporan yang saya terima, ketika dicek di imigrasi ini orang kena cekal 10 tahun. Memang banyak teman-teman kita yang umroh itu melakukan pelanggaran-pelanggaran yang berakibat dicekal enggak boleh 10 tahun masuk,” ungkapnya.
Di sisi lain, Irfan memastikan layanan bagi calon jemaah haji tetap berjalan optimal. Mulai dari proses kedatangan hingga fasilitas pendukung, semuanya dipantau langsung. Ia bahkan sengaja melakukan observasi tanpa banyak bicara, hanya ingin melihat kondisi riil di lapangan.
“Alhamdulillah tadi saya sengaja melihat, tidak ngomong apa-apa. Saya lihat bagaimana proses kedatangan. Tadi saya juga sampaikan kalau bisa yang sepuh-sepuh (lansia) enggak usah ikut nunggu di sana lah. Yang sepuh-sepuh langsung masuk kamar. Yang prosesnya kita yang nyusulin ke kamar yang sepuh,” beber Irfan.
Tak hanya itu, ia juga meninjau langsung fasilitas dapur. Tujuannya jelas: memastikan kualitas makanan yang disiapkan untuk jemaah benar-benar layak. Irfan bahkan sempat mencicipi menu yang sudah tersedia.
“Di dapur dilihat ya alhamdulillah baik. Dari DKK sudah jadi pengawalnya jangan sampai kecolongan. Beliau sendiri 24 jam menunggu di sini untuk memastikan bahwa makanannya memang sehat dan layak di konsumsi,” imbuhnya.
Menurutnya, ke depan pemeriksaan kesehatan jemaah haji akan semakin diperketat. Ini bagian dari upaya peningkatan layanan. Namun begitu, ia sadar kebijakan ini punya efek samping. Beberapa jemaah terpaksa menunda keberangkatan, termasuk pasangan suami-istri yang tak bisa berangkat bersama.
“Insyaallah semakin kita perketat. Tapi efeknya memang ada suami lolos, istri enggak lolos maka suaminya enggak ikut barangkali atau nunggu tahun depan barangkali doa-doanya bisa lolos. Dan banyak hal kasus seperti itu. Tapi itu semua dalam rangka memberikan pelayanan buat jemaah kita semuanya,” pungkas Irfan.
Editor: Yuliana Sari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polda Kalsel Bangun Markas Brimob di Dua Desa Terluar Kotabaru untuk Jaga Stabilitas Keamanan
Putaran Kedua Perundingan AS-Iran di Islamabad Batal, Kebuntuan Diplomasi Nuklir Makin Dalam
Israel Konfirmasi 175 Aktivis Armada Bantuan Gaza Akan Diturunkan di Yunani
Badan Gizi Nasional Peringatkan Modus Penipuan Baru Mengatasnamakan Pejabat, Targetkan Pengelola Layanan Gizi