Trump Klaim Iran Bangkrut dan Tak Mampu Gaji Tentara, Inflasi Capai 300 Persen

- Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:30 WIB
Trump Klaim Iran Bangkrut dan Tak Mampu Gaji Tentara, Inflasi Capai 300 Persen

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras tentang Iran. Dalam pernyataannya, ia mengklaim Iran berada dalam kondisi ekonomi yang sangat buruk, bahkan disebut tidak mampu menggaji tentaranya. Trump juga menyebut inflasi di Iran telah mencapai 300 persen.

"Iran bangkrut, benar-benar bangkrut, dan mereka tidak menggaji tentara. Mereka mengalami inflasi 300 persen," ujar Trump, Kamis (13/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara mengenai situasi di Selat Hormuz. Menurut dia, Iran memang masih bisa membuat masalah di jalur pelayaran strategis itu, namun kondisi ekonominya membuat Teheran tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi tekanan AS.

Trump juga mengeklaim Angkatan Laut (AL) AS kini menjadi satu-satunya kekuatan militer yang mengendalikan Selat Hormuz. Dia mengatakan Washington telah memberlakukan blokade yang tidak terkalahkan di kawasan tersebut.

"Kita memberlakukan blokade yang tak terkalahkan, itu adalah tembok baja. Kita mengendalikan Selat 100 persen," kata Trump.

Menurut Trump, Iran masih berusaha mengganggu jalur pelayaran dengan memasang ranjau di Selat Hormuz. Namun, militer AS disebut terus melakukan operasi untuk membersihkan ranjau tersebut. Trump kemudian mengeklaim seluruh ranjau telah berhasil dibersihkan oleh militernya. Dia menyatakan Selat Hormuz kini aman dan telah dibuka untuk semua kapal, dengan satu pengecualian, yakni kapal-kapal Iran.

Pernyataan Trump tersebut kemudian disorot akun resmi Gedung Putih melalui unggahan video ketika dia berbicara di Ruang Oval.

Militer AS Meningkat di Selat Hormuz

Sementara itu, aktivitas militer AS di sekitar Selat Hormuz dilaporkan terus meningkat. Komando Pusat AS (Centcom) mengerahkan lebih dari 20 kapal perang ke sekitar perairan strategis tersebut.

Pada awal Agustus, Centcom mengeklaim telah mencegah puluhan kapal komersial memasuki pelabuhan Iran. AL AS juga disebut membekukan sejumlah kapal dan melakukan penyerbuan dengan alasan menegakkan kepatuhan.

Klaim Trump mengenai inflasi 300 persen dan ketidakmampuan Iran menggaji tentara muncul di tengah meningkatnya tekanan AS terhadap Teheran. Selain berupaya mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz, Washington juga terus menggunakan kekuatan militer dan tekanan ekonomi untuk menekan Iran.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags