89 Penghuni Apartemen Mediterania Dievakuasi Usai Kebakaran di Jakarta Barat

- Kamis, 30 April 2026 | 14:20 WIB
89 Penghuni Apartemen Mediterania Dievakuasi Usai Kebakaran di Jakarta Barat

Sebanyak 89 penghuni Apartemen Mediterania di Tanjung Duren, Jakarta Barat, akhirnya dievakuasi setelah kebakaran melanda gedung itu. Sampai berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung. Belum selesai.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Twedi Aditya, ngasih keterangan Kamis (30/4/2026) soal data sementara. Katanya, angka 89 itu masih bisa berubah. Soalnya, masih ada warga yang mungkin sudah keluar duluan sejak pagi tanpa sempat tercatat.

"Data sementara mencatat sebanyak 89 orang telah berhasil dievakuasi keluar dari apartemen. Namun kami masih membutuhkan data tambahan dari paguyuban penghuni, khususnya bagi warga yang sudah keluar lebih dulu sejak pagi hari," ujarnya.

Pihak kepolisian sekarang ini terus berkoordinasi dengan manajemen apartemen dan komunitas penghuni. Fokus utama mereka? Ya, jelas: evakuasi. Soal penyebab kebakaran, itu masih diselidiki. Belum ada kesimpulan.

"Terkait penyebab kebakaran, saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Fokus utama kami saat ini adalah proses evakuasi," tegas Twedi.

Dari laporan yang masuk, ada sekitar 20 orang yang dilarikan ke rumah sakit. Mereka pada sesak napas akibat menghirup asap tebal. Rumah sakit yang menerima antara lain RS Royal Taruma, RS Pelni, RS Siloam Kebon Jeruk, dan RS Tarakan. PMI dan petugas kesehatan langsung turun tangan.

Nah, di sisi lain, masih ada sekitar 20 penghuni yang memilih bertahan di lantai atas. Mereka nggak turun. Alasannya? Mereka merasa situasi di dalam unit sudah aman. Udaranya juga dinilai cukup bersih. Lagipula, lift nggak bisa dipakai jadi akses evakuasi cuma lewat tangga darurat. Lumayan berat kalau harus turun naik.

"Berdasarkan laporan sementara, masih terdapat sekitar 20 orang yang berada di dalam unit di lantai atas. Sebagian dari mereka memilih tidak turun karena kondisi di unit dinilai sudah aman dan udara cukup bersih," pungkasnya.

Sebelumnya, Manajer Apartemen Tower C, Anggi, sempat buka suara. Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Syukurlah. Tapi memang, beberapa penghuni mengalami sesak napas gara-gara asap.

"Jadi korban jiwa tidak ada. Paling memang karena ada banyak asap saja, jadi agak sesak napas. Korban jiwa saat ini nggak ada," kata Anggi.

Menurut Anggi, kebakaran pertama kali diketahui dari sistem proteksi apartemen. Begitu alarm berbunyi, tim mereka langsung bergerak ke lokasi. Kebetulan, pos pemadam kebakaran ada di seberang gedung jadi responsnya cukup cepat. Mereka memadamkan api sesuai prosedur. Sekarang, kata dia, tinggal masalah evakuasi saja.

"Kebetulan tim damkar kan ada di seberang kami ya. Nah, lalu kami lakukan pemadaman sesuai dengan SOP kami. Nah, saat ini sebenarnya adalah tingkat evakuasi saja," jelasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar