Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih manusiawi, sesuai dengan instruksi yang diberikan:
PANGKALPINANG – Kecelakaan maut terjadi di perempatan Air Itam, Senin pagi. Sebuah truk bermuatan pupuk terguling dan menimpa sepeda motor yang ditumpangi satu keluarga. Dua orang tewas di tempat, suami istri. Anak mereka yang masih balita selamat.
Polisi masih menyelidiki penyebabnya. Diduga rem truk blong.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Truk melaju dari arah Ketapang menuju Perkantoran Gubernur. Begitu sampai di lampu merah Air Itam, nahas. Dari arah berlawanan, motor bonceng tiga melintas.
Tabrakan tidak bisa dihindari.
"Truk menyeret motor dari pertengahan perempatan dan terhenti setelah menabrak tiang reklame, lalu terguling menindih korban," kata Kasat Lantas Polresta Pangkalpinang, Kompol Ria Arianty, di lokasi kejadian.
Menurut sejumlah saksi, truk melaju cukup kencang. Setelah menabrak tiang, badan truk oleng dan terguling ke samping. Muatan pupuk berhamburan. Badan truk persis menimpa motor korban.
Warga sekitar langsung berhamburan. Dengan peralatan seadanya, mereka membongkar muatan pupuk. Ada yang pakai linggis, ada yang pakai tangan kosong. Mereka berusaha mengeluarkan korban dari bawah truk.
Setelah bersusah payah, dua orang berhasil dievakuasi. Namun, keduanya sudah tidak bernyawa. Luka yang diderita cukup parah.
Sopir truk juga ikut celaka. Ia mengalami patah kaki akibat benturan dengan tiang reklame. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit.
Anak balita korban ditemukan dalam kondisi selamat. Meski begitu, ia tampak syok. Balita itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bangka Belitung untuk perawatan intensif.
Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Apakah benar karena rem blong, atau ada faktor lain seperti kelalaian manusia. Barang bukti berupa truk, muatan pupuk, dan motor korban sudah diamankan.
Satu hal yang pasti, peristiwa ini meninggalkan duka mendalam. Terutama bagi keluarga korban yang kehilangan dua orang sekaligus dalam sekejap.
Editor: Hendra Wijaya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jepang Cabut Peringatan Mega Gempa Seminggu Setelah Gempa M 7,7, Warga Diingatkan Risiko Belum Hilang
Polisi Tangkap WNA di Ancol, Sekap ABG dan Edarkan Vape Berisi Narkotika Jenis Baru
Alvi Maulana Divonis Seumur Hidup atas Pembunuhan dan Mutiliasi Pacar di Mojokerto
Prabowo Salami Rocky Gerung Usai Pelantikan, Sindir Soal Status ‘Disiden’