Kemenhaj Siapkan Lima Pos Siaga di Masjid Nabawi Antisipasi Jamaah Haji Tersesat

- Minggu, 26 April 2026 | 18:30 WIB
Kemenhaj Siapkan Lima Pos Siaga di Masjid Nabawi Antisipasi Jamaah Haji Tersesat
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa yang lebih alami, seperti ditulis manusia, sesuai dengan instruksi yang diberikan.

JAKARTA Madinah, kota yang penuh ketenangan. Tapi di balik itu, ada kekhawatiran yang selalu menghantui para petugas haji: jamaah yang tersesat atau tercecer dari rombongan. Apalagi di area Masjid Nabawi yang luasnya bukan main.

Kementerian Haji dan Umrah, atau biasa disebut Kemenhaj, ternyata sudah menyiapkan antisipasi. Mereka mendirikan lima pos di titik-titik strategis. Bukan sekadar pos biasa, ini semacam posko siaga yang siap membantu jamaah kapan saja.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengakui potensi itu memang ada. Jamaah bisa saja bingung, apalagi di tengah lautan manusia yang lalu lalang. Tapi ia lega, karena petugas di lapangan gercep singkatan dari gerak cepat.

“Alhamdulillah syukurlah, petugas haji kami di sana terutama di bagian Perlindungan Jamaah atau Linjam (perlindungan jamaah) cukup sigap, cukup responsif juga,” ujar Maria saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (26/4/2026).

Ia lalu merinci kelima pos itu. Bukan asal taruh, tapi ditempatkan di gerbang-gerbang utama yang sering jadi titik kumpul jamaah. Ada di gate 336, gate 330, gate 310, gate 360, dan gate 365. Lima gerbang, lima pos, satu tujuan: jangan sampai ada yang kebingungan.

“Jadi total ada 5 pos yang kemudian tersedia di sana bersiap siaga, ada petugas haji kami. Tinggal cari saja seragamnya warna cokelat gitu ya, mudah dikenali kalau kemudian berada di Masjid Nabawi, dan siap melayani jamaah,” jelasnya.

Nah, yang menarik, petugas di pos itu nggak cuma jaga-jaga soal tersesat. Mereka juga siap membantu hal-hal kecil yang kadang bikin panik. Misalnya, sandal jepit hilang. Atau tiba-tiba lapar dan haus di tengah keramaian.

“Jadi kami sediakan juga sandal jepit di sana. Kemudian juga air minum, snack, camilan, begitu ya, bagi jamaah yang kemudian merasa kelaparan atau dehidrasi, disediakan juga air Zamzam di sana,” tutur Maria.

Menurutnya, petugas berseragam cokelat itu sudah siap siaga penuh. Mereka bukan cuma menunggu, tapi juga aktif memantau. Jadi kalau ada jamaah yang kelihatan bingung, langsung didekati.

“Jadi sudah siap siaga di 5 pos ini, siap melayani jamaah yang kemudian jika dikhawatirkan ada yang tersesat maupun juga butuh bantuan, begitu,” pungkasnya.

Langkah kecil memang, tapi di tempat yang asing dan padat seperti Masjid Nabawi, kehadiran pos-pos ini bisa jadi penyelamat. Setidaknya, jamaah punya tempat untuk bertanya, mengadu, atau sekadar melepas lelah.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar