Menlu Iran Tiba di Oman Usai Perundingan Damai di Pakistan, Trump Batalkan Kunjungan Utusan ke Islamabad

- Minggu, 26 April 2026 | 11:15 WIB
Menlu Iran Tiba di Oman Usai Perundingan Damai di Pakistan, Trump Batalkan Kunjungan Utusan ke Islamabad

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mendarat di Muscat, Oman, Sabtu malam waktu setempat. Kedatangannya bukan sekadar kunjungan biasa ada agenda panas yang dibawa: hubungan bilateral dan situasi regional yang kian memanas.

Sebelumnya, Araghchi baru saja menyelesaikan rangkaian pertemuan diplomatik di Pakistan. Di sana, ia terlibat dalam upaya menghidupkan kembali pembicaraan damai dengan Amerika Serikat. Tapi, nada bicaranya tetap hati-hati. Ia mendukung penyelesaian konflik secara permanen, namun masih mempertanyakan keseriusan Washington.

“Kita masih harus melihat apakah AS benar-benar serius tentang diplomasi,” tulisnya di platform X, seperti dikutip dari laporan Minggu, 26 April 2026.

Selama di Islamabad, Araghchi juga bertemu Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Pertemuan itu bagian dari mediasi untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung sejak akhir Februari. Konflik ini bahkan meluas hingga ke kawasan Timur Tengah.

Putaran pertama perundingan di Pakistan dua pekan lalu? Belum menghasilkan apa-apa. Padahal, Islamabad sempat menjadi mediator utama, termasuk dalam gencatan senjata dua pekan yang dimulai pada 8 April. Gencatan itu kemudian diperpanjang oleh Presiden AS, Donald Trump.

Trump Batal Kirim Utusan ke Pakistan

Nah, di sisi lain, Trump justru mengambil langkah kontras. Pada Sabtu, ia mengumumkan pembatalan rencana pengiriman utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner ke Pakistan. Alasannya? Trump menilai kunjungan itu percuma selama Iran belum mau buka jalur komunikasi langsung dengan AS.

“Kita punya semua kartu. Mereka bisa menghubungi kita kapan saja,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News. Nada percaya diri, ya?

Sampai sekarang, Iran tetap pada pendiriannya: menolak pembicaraan langsung dengan Washington. Mereka lebih memilih Pakistan sebagai penengah. Sejumlah isu krusial masih jadi ganjalan kendali atas Selat Hormuz, blokade pelabuhan Iran oleh AS, dan program pengayaan uranium Teheran. Semua masih menggantung.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar