Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dan memberi sambutan di pembukaan Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (PERSIS). Acara berlangsung di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4/2026). Dari panggung, ia menyoroti situasi global yang menurutnya sedang tidak menentu sesuatu yang harus dihadapi Indonesia ke depan.
Pembukaan muktamar itu cukup meriah. Beberapa tokoh turut hadir: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Atip Latipulhayat, Ketua Umum PP PERSIS Jeje Zaenudin, Ketua Umum PP Pemuda PERSIS Ibrahim Nasrulhaq Al Fahmi, dan anggota DPR RI M. Hoerudin Amin yang juga menjabat Ketua Forum Ikatan Cendekiawan PERSIS.
Jenderal Sigit membuka sambutannya dengan nada hangat.
“Alhamdulillah dengan berjalannya waktu maka Polri semakin hari semakin merasakan bahwa PERSIS dan Polri adalah menjadi bagian dari keluarga besar yang semakin hari semakin akrab, semakin rukun dan tidak bisa dipisahkan. Terima kasih untuk semuanya,” ucapnya.
Dari situ, ia beralih ke soal geopolitik. Menurutnya, Indonesia harus siap-siap. Tantangan global semakin kompleks, dan semua pihak termasuk Pemuda PERSIS diminta untuk bersatu.
“Kita semua menghadapi berbagai macam tantangan ke depan dan ini adalah panggilan jihad dari para pemuda PERSIS ke depan untuk bisa menghadapi situasi dan tantangan yang ada. Situasi dan fluktuasi global yang ada tentunya membuat kita semua harus kemudian menyatukan langkah, menyatukan barisan untuk kemudian bersama-sama menghadapi situasi dan tantangan global,” kata Jenderal Sigit.
Ia lalu menyinggung konflik di Timur Tengah yang masih panas. Amerika Serikat, Israel, dan Iran semua masih terlibat. Di tengah situasi itu, Indonesia disebutnya tetap berpegang pada politik bebas aktif.
“Kita rasakan bersama bahwa saat ini kita masih terus menghadapi kondisi global yang diwarnai dengan konflik yang terjadi di Timur Tengah. Beberapa waktu yang lalu, Indonesia berusaha untuk ikut membantu menyelesaikan konflik yang terjadi di Palestina dan Israel. Indonesia tentunya ingin menjalankan politik bebas aktif untuk ikut terjun langsung, untuk turut serta dalam menciptakan perdamaian khususnya mendukung dan mendorong Palestina agar cepat merdeka,” tambahnya.
Nah, dampak konflik itu ternyata sudah sampai ke Indonesia. Harga komoditas ikut terpengaruh. Tapi pemerintah, kata Kapolri, berkomitmen tidak akan menaikkan harga BBM dan LPG yang bersubsidi.
“Stok-stok tertentu juga tentunya terdampak, khususnya yang mengandalkan bahan bakar non subsidi, mau tidak mau harganya juga terdampak. Walaupun pemerintah alhamdulillah beberapa waktu yang lalu sudah mengumumkan bahwa sampai dengan akhir tahun khusus untuk yang disubsidi, baik BBM maupun LPG tetap akan disubsidi,” jelasnya.
Langkah ini, menurut dia, penting untuk menjaga optimisme masyarakat. Tapi di sisi lain, pemerintah juga tidak tinggal diam. Ada antisipasi jika konflik di Timur Tengah terus berlarut.
“Ini tentunya satu hal yang kita jaga bahwa ini menjadi bagian dan optimisme kita menghadapi kondisi dan situasi yang ada. Namun, di sisi lain tentunya kita juga harus bersiap-siap untuk melakukan berbagai macam cara, berbagai macam upaya agar konflik ini segera diakhiri sehingga dampaknya juga betul-betul kemudian bisa mengurangi beban yang dialami oleh berbagai negara termasuk tentunya Indonesia,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Pemda DIY: Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
Kebakaran Gudang PT. Lucky di Tangerang Hanguskan Isi Makanan Kucing dan Perabot, Kerugian Capai Rp 10 Miliar
Anggota TNI Dianiaya di Stasiun Depok Baru Usai Tegur Ibu yang Pukul Anak
Jemaah Haji Indonesia Diimbau Jaga Kaki dari Lecet dan Panas, Petugas Siapkan Gelar Identitas Antisipasi Tersesat