Rupiah Menguat ke Rp 17.205, Menkeu Purbaya Sebut Fundamental Ekonomi Masih Kokoh

- Sabtu, 25 April 2026 | 14:15 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 17.205, Menkeu Purbaya Sebut Fundamental Ekonomi Masih Kokoh

JAKARTA -- Nilai tukar rupiah akhirnya menunjukkan taringnya di tengah hiruk-pikuk pasar global yang lagi kacau balau. Lumayan, sih.

Jumat sore kemarin, 24 April, mata uang Garuda ditutup menguat 0,52% ke posisi Rp 17.205 per dolar AS. Angka ini cukup untuk meredakan sedikit rasa cemas yang sempat menghantui banyak pihak soal nasib rupiah.

Tapi jangan keburu senang dulu. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, punya pandangan sendiri. Menurut dia, gerak rupiah sekarang ini bukan pertanda fundamental ekonomi kita lagi jelek. Justru sebaliknya.

"Saya sih ini bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik," ujarnya tegas di Jakarta, Jumat (24/4).

Ia malah membandingkan dengan negara tetangga. "Dibanding negara lain kita masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand, dan lain-lain masih kuat."

Nah, pernyataan ini sekaligus menepis anggapan bahwa Indonesia sedang terpuruk. Purbaya juga menambahkan, fondasi ekonomi kita sebenarnya tetap kokoh. Malah, katanya, ke depan bakal makin solid.

"Tapi yang jelas adalah fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan semakin cepat, karena kita akan semakin serius memperbaiki kendala-kendala di perekonomian," lanjutnya.

Di sisi lain, optimisme pemerintah juga didorong oleh target pertumbuhan yang cukup ambisius. Kuartal II-2026, mereka membidik angka 5,7%. Setahun penuh? 6%. Lumayan tinggi untuk ukuran sekarang.

Untuk sampai ke sana, pemerintah mengandalkan berbagai jurus. Salah satunya, mempercepat belanja negara. Biar momentum pertumbuhan tetap terjaga, kata mereka.

Belum lagi, ada kabar bagus dari sektor eksternal. Surplus perdagangan Indonesia sudah bertahan selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026. Ini semacam tameng, bikin posisi kita lebih aman dari guncangan global.

Ya, setidaknya untuk sekarang, rupiah masih bisa bernapas lega. Tapi ya namanya pasar, segala bisa berubah dalam sekejap. Kita lihat saja besok.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar