Oleh: Fernan Rahadi, dari Madinah, Arab Saudi.
Waktu di Madinah mulai menipis. Jamaah haji Indonesia perlahan-lahan bersiap meninggalkan kota Nabi itu, bergeser menuju Makkah Al-Mukarramah. Suasana di pemondokan pun mulai berbeda. Koper-koper tidak lagi hanya disusun rapi di sudut kamar, tapi beberapa sudah dikosongkan. Isinya? Sudah dikirim duluan.
Ya, tren mengirim barang lewat kargo sedang naik daun. Bukan tanpa alasan. Para jamaah ingin mengurangi beban bawaan. Lagipula, siapa yang mau repot dengan koper berat saat harus pindah kota? Belum lagi risiko kelebihan bagasi di bandara nanti. Lebih baik kirim sekarang, pikir mereka.
Astuti, jamaah asal Pinrang, Sulawesi Selatan, termasuk yang melakukan itu. Ia mengaku sudah menghabiskan sekitar Rp 9 juta untuk oleh-oleh. Tas, ceret, gelas khas Arab Saudi semua diborongnya. Tapi barang-barang itu tidak ikut dibawa ke Makkah.
“Sengaja pilih kargo sekarang, supaya nanti di Makkah sudah tidak pikir belanja lagi, tapi fokus sepenuhnya untuk ibadah,” ujarnya, Senin (27/4/2026) malam.
Megawati juga punya cerita serupa. Buat dia, strategi ini soal manajemen waktu. Tinggal di Makkah nanti harus maksimal, katanya. Waktu berharga jangan sampai habis untuk urusan logistik atau buru-buru cari buah tangan di menit-menit terakhir. Lebih baik semua urusan belanja diselesaikan dari Madinah.
Di sisi lain, alasan praktis memang yang paling dominan. Muhamad Darwis, jamaah lainnya, tidak mau ribet. Apalagi harus naik bus antar-kota dengan bawaan berat. Ia sudah mengirimkan sekitar 10 kilogram barang kebanyakan kurma dan pakaian khas Madinah melalui jasa ekspedisi.
“Saya lebih pilih kargo karena praktis dan saya percaya barang bisa sampai langsung ke rumah di Bone,” ungkapnya.
Fenomena ini rupanya tidak luput dari perhatian penyedia jasa. Abdul Ghani, petugas Kargo Haji Pos Indonesia, bilang tahun ini adalah tahun ketiga mereka menyediakan layanan khusus untuk jamaah haji. Menurutnya, antusiasme cukup tinggi.
“Kami melayani seluruh rute di Indonesia dengan estimasi waktu pengiriman antara 7 hingga 14 hari sampai ke alamat tujuan. Untuk tarifnya, rata-rata dipatok sebesar 23 Riyal per kilogram,” jelasnya.
Dengan adanya layanan ini, jamaah bisa lebih tenang. Mereka tidak perlu khawatir barang belanjaannya hilang atau rusak. Fokus utama tetap satu: ibadah. Dan kargo hanyalah alat bantu, bukan tujuan.
Advertisement
Artikel Terkait
Menteri PPPA Minta Maaf Atas Pernyataan Usul Pemindahan Gerbong Wanita KRL ke Tengah Rangkaian
DPRD DKI Minta Investigasi Transparan Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Prosedur Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja dan Syarat Pencairan Uang Pensiun BPJS Ketenagakerjaan
Bank Dunia Peringatkan Lonjakan Harga Pupuk 31 Persen pada 2026, Ancam Ketahanan Pangan Global