Washington masih menunggu kabar dari Teheran. Proposal perdamaian untuk mengakhiri perang sudah disodorkan, tapi sampai sekarang belum ada jawaban pasti. Presiden Donald Trump, lewat akun Truth Social-nya, bilang kalau Iran saat ini sedang carut-marut terpecah jadi dua kubu.
"Iran benar-benar bingung menentukan siapa pemimpin mereka! Mereka sendiri tidak tahu!" tulis Trump dengan nada kesal. Ia lalu membeberkan pertikaian internal yang katanya sudah gila. Ada 'Kelompok Garis Keras' yang menurutnya sudah kalah telak di medan perang. Lalu ada 'Kelompok Moderat' yang sebenarnya tidak moderat sama sekali, tapi entah kenapa masih dihormati. Begitu kira-kira cuitan Trump yang dikutip CNN, Kamis (23/4/2026).
Nah, sehari sebelumnya, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, sudah angkat bicara. Ia bilang pemerintah AS sebenarnya sudah tahu kelompok mana di Iran yang bakal mau meneken kesepakatan damai. Ketika wartawan mendesak soal pemahaman mereka tentang siapa pengambil keputusan utama di Iran, Leavitt cuma menjawab diplomatis. Katanya, Gedung Putih dan komunitas intelijen "tentu punya pemahaman yang cukup baik." Agak menggantung, memang.
Di sisi lain, menurut laporan CNN, AS mencurigai ada perpecahan serius di kubu Iran. Di satu sisi ada tim negosiasi yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Di sisi lain, ada Korps Garda Revolusi Islam Iran yang punya pandangan berbeda. Dua kubu ini, kata sumber intelijen, tidak selalu sejalan.
Trump juga tidak ketinggalan membuat pernyataan mengejutkan hari ini. Ia mengklaim bahwa AS kini punya "kendali penuh atas Selat Hormuz." Klaim yang cukup besar, tentu saja.
"Tidak ada satu kapal pun yang bisa masuk atau keluar tanpa izin Angkatan Laut Amerika Serikat. Selat itu tertutup rapat sampai Iran mau mencapai KESEPAKATAN!!!" tulisnya lagi, dengan huruf kapital dan tanda seru yang menjadi ciri khasnya.
Suasananya memang masih panas. Semua pihak sepertinya saling menunggu langkah selanjutnya. Tapi yang jelas, Washington sudah tidak sabar lagi.
Artikel Terkait
Menteri Olahraga Italia Tolak Keras Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Buronan Interpol Asal AS Dideportasi dari Indonesia Setelah Terdeteksi Sistem Autogate Imigrasi
Perjuangan Orang Tua Antar Anak Ikut UTBK, Pedagang Mi Ayam Tempuh Perjalanan Jauh Demi Pendidikan
Ribuan Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Marunda untuk Cegah Abrasi dan Mitigasi Iklim