Peserta UTBK SNBT Ketahuan Sembunyikan Alat Bantu di Telinga, Berakhir di Klinik THT

- Rabu, 22 April 2026 | 08:30 WIB
Peserta UTBK SNBT Ketahuan Sembunyikan Alat Bantu di Telinga, Berakhir di Klinik THT

Pagi itu, suasana di kampus Undip untuk UTBK SNBT 2026 tampak seperti biasa. Peserta antre, menunggu giliran. Tapi ternyata, ada satu orang yang membawa 'kejutan' tersembunyi. Seorang peserta ketahuan menanam alat bantu di dalam telinganya. Gara-gara itu, dia malah berakhir di klinik THT, lalu dibawa ke Polsek Tembalang.

Menurut sejumlah saksi, kecurangan ini terbongkar saat proses skrining. Panitia perempuan yang bertugas mendeteksi logam merasa ada yang aneh. Metal detector itu berbunyi nyaring, menandakan ada benda logam tersembunyi di pakaian peserta tersebut.

Wakil Rektor I Undip, Heru Susanto, membenarkan kejadian ini.

"Kebetulan hari ini tadi pada saat skrining menggunakan metal detector, ada salah satu peserta yang terdeteksi di dalam pakaiannya itu ada metal," jelas Heru saat dihubungi.

Nah, setelah ketahuan, peserta itu tidak langsung diusir. Panitia malah menginterogasinya cukup lama. Mereka penasaran, apa sebenarnya yang disembunyikan. Rupanya, alat itu ditanam di telinga. Karena khawatir akan membahayakan kesehatan si peserta, pihak kampus memutuskan untuk membawanya ke klinik.

"Sehingga kemudian kami mau tidak mau akhirnya membawa ke klinik THT rumah sakit kami, untuk diambil menggunakan alat agar tidak membahayakan kesehatan," sambung Heru.

Setelah alat itu berhasil dikeluarkan, peserta berinisial M ini sempat diserahkan ke Polsek Tembalang. Namun begitu, karena dia sama sekali belum sempat mengikuti ujian, akhirnya pihak kepolisian menyerahkannya kembali pada orang tuanya. Kasusnya pun berakhir di sana.

Kejadian ini tentu jadi pelajaran. Di tengik ketatnya pengawasan, masih ada saja yang nekat mencoba cara curang. Hasilnya? Bukannya dapat nilai bagus, malah dapat malu dan berurusan dengan klinik serta polisi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar