Indonesia Borong 8 Emas di Singapore Open 2026, Luhut: Sinyal Regenerasi Berjalan Baik

- Selasa, 21 April 2026 | 20:45 WIB
Indonesia Borong 8 Emas di Singapore Open 2026, Luhut: Sinyal Regenerasi Berjalan Baik

Dominasi Indonesia di 86th Singapore Open Track & Field Championships 2026 ternyata bukan sekadar angka. Kontingen Merah Putih sukses membawa pulang delapan emas dan satu perak dari kejuaraan yang digelar di National Stadium, Singapura, 15–17 April lalu. Prestasi ini, menurut Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan, adalah sinyal yang sangat menggembirakan.

“Hasil di Singapura ini adalah sinyal bahwa roda regenerasi di PB PASI berjalan sehat. Kita melihat kombinasi apik antara atlet senior yang stabil dan atlet muda yang perlahan mulai mendominasi panggung Asia Tenggara,” ujar Luhut dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia berharap kemenangan ini bisa jadi suntikan semangat buat para atlet. Persiapan untuk agenda-agenda internasional besar berikutnya tentu harus lebih matang lagi.

Di lapangan, ceritanya memang menarik. Daniel Simanjuntak, misalnya, tampil sangat meyakinkan. Pelari jarak jauh itu sukses memborong dua emas sekaligus dari nomor 5.000 meter (14:35.25) dan 10.000 meter (31:20.79). Sementara itu, di nomor 1.500 meter putra, Yad Hafizudin menunjukkan taringnya sebagai atlet muda dengan catatan waktu 3 menit 54,34 detik.

Potensi regenerasi itu makin terlihat jelas di nomor-nomor lain. Novi Anggun Lestari jadi yang tercepat di 400 meter gawang putri (1:04.04). Pandu Sukarya menguasai 3.000 meter halang rintang (9:21.77). Maulana Ismail pun menyumbang perak dari 400 meter putra dengan catatan 47,79 detik.

Tak cuma di lintasan, dominasi juga terjadi di lapangan. Maria Natalia Londa melompat sejauh 12,94 meter untuk emas lompat jangkit. Atinna Nurkamila Intan melempar lembing sejauh 49,86 meter. Idan Fauzan Richsan pun sukses menguasai lompat galah putra dengan ketinggian 5,00 meter.

Menurut Luhut, semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang solid dari berbagai pihak. Pemerintah dan dunia industri punya andil besar.

“Dukungan Kemenpora RI dan kemitraan strategis MIND ID memainkan peran sentral di balik capaian ini. Sinergi yang terbangun memberi kami ruang untuk terus mengakselerasi jam terbang para atlet, sehingga mentalitas dan daya saing mereka di panggung internasional tetap terjaga,” jelasnya.

Jadi, prestasi di Singapura ini bukan akhir. Justru, ini adalah awal yang bagus. Sebuah pertanda bahwa proses peremajaan atletik Indonesia sedang berada di jalur yang tepat.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar