Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Stabilitas Harga Sayuran di Boyolali

- Senin, 20 April 2026 | 23:15 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Stabilitas Harga Sayuran di Boyolali

Harga sayuran di Boyolali akhir-akhir ini terlihat lebih stabil. Itu yang dirasakan para petani di sana. Rupanya, stabilitas ini punya kaitan erat dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah. Program yang awalnya bertujuan perbaiki gizi anak sekolah dan ibu hamil ini, ternyata memberi efek domino yang positif ke sektor hilir pertanian.

Karisudin, seorang petani dari Dusun Pasah, Desa Senden, mengaku merasakan dampaknya. Menurutnya, keberadaan dapur-dapur MBG memberikan kepastian pasar yang sebelumnya kurang terasa. Komoditas seperti bawang merah dan aneka sayuran daun kini punya saluran penyerapan yang jelas.

“Sayuran seperti selada, sawi dan kubis. Dan juga yang saya tanam saat ini adalah cabe. Untuk pemasaran kita masih ke pasar tradisional, seperti pasar sayur di Cepoko dan Bandungan,” ujarnya.

Namun begitu, tidak semua komoditas merasakan dampak yang sama persis. Harga cabai, misalnya, masih cenderung naik-turun. Penyebabnya, serapan cabai untuk menu MBG belum setinggi sayuran daun. Tapi situasi ini justru mendorong perubahan. Para petani mulai mengubah strategi dan menyesuaikan pola tanam mereka.

“Untuk peningkatan panen mungkin lebih banyak menanam yang komoditas yang dibutuhkan untuk MBG, karena harganya yang lumayan stabil. Jadi untuk harganya tetap, pasti ada kenaikan dengan komoditas yang semakin banyak,” jelas Karisudin.

Di sisi lain, ada harapan besar yang disematkan petani pada program ini. Mereka berharap pemerintah konsisten memprioritaskan hasil bumi lokal. Keterlibatan produk lokal ini dianggap krusial. Tanpa itu, harga di tingkat petani dikhawatirkan bisa kembali tertekan oleh permainan pasar yang tak menentu.

Harapan itu diungkapkan Karisudin dengan nada optimis. Ia juga menyampaikan terima kasihnya.

“Mungkin (program MBG) dipertahankan aja, apalagi untuk komoditas sayur-sayuran dipertahankan diprioritaskan di dapur-dapur MBG. Terima kasih untuk Pak Prabowo karena program MBG yang dijalankan saat ini membuat harga sayur-mayur di petani lebih naik dari biasanya,” imbuhnya.

Pada akhirnya, MBG terbukti menciptakan ekosistem ekonomi baru. Program ini tak cuma soal piring berisi makanan bergizi, tapi juga tentang jaminan serapan hasil panen. Dengan jaminan itu, kesejahteraan petani pelan-pelan diharapkan ikut terdongkrak.

Pesan penutup dari Karisudin sederhana namun penting: “Semoga ke depannya MBG tetap lancar dan lanjut terus tetapi tetap perhitungkan harga-harga di petani.” Sebuah harapan yang wajar dari ujung mata rantai yang selama ini kerap merasa terombang-ambing.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar