Istri Mantan Wamenaker Bantah Tudingan Intimidasi dan Ancam Lapor Terdakwa

- Senin, 20 April 2026 | 20:10 WIB
Istri Mantan Wamenaker Bantah Tudingan Intimidasi dan Ancam Lapor Terdakwa

Di depan gedung Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (20/4) lalu, suasana tegang masih terasa. Silvia Rinita Harefa, istri dari mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan atau Noel, dengan tegas membantah tudingan yang dialamatkan padanya. Dia dituding melakukan intimidasi terhadap ibu dari Irvian Bobby Mahendro, sang ‘sultan’ Kemnaker yang kini jadi terdakwa kasus pemerasan sertifikat K3.

“Nggak ada aku intimidasi gitu,” ujar Silvia, suaranya terdengar jelas di sela keriuhan wartawan.

Menurutnya, justru Bobby-lah yang kerap berbohong di persidangan. “Hal yang kecil aja dia harus karang kebohongan kan, sampai aku harus dibawa-bawa gitu kan,” tambahnya. Karena itulah, Silvia mengaku sedang mempertimbangkan langkah hukum. Rencananya, dia akan melaporkan Bobby ke polisi atas dugaan pemberian keterangan palsu.

Soal komunikasinya dengan ibu Bobby, Silvia menjelaskan itu hanya terjadi saat kunjungan tahanan di Rutan. Isinya biasa saja, sebatas perkenalan dan saling menyemangati. Dia membantah keras kesaksian Bobby yang menyebutkan dia menghubungi sang ibu untuk membungkam Bobby.

“Aku nggak pernah ngomong kayak gitu,” tegasnya. “Cuma, ‘Mih, udah Mih sebisa mungkin kita saling dukung saling support jangan saling memberatkan, yang udah di dalam udah kalau bisa kita bantu supaya kita ini nanti semua dapat hukuman yang seringan-ringannya’. Udah itu aja.”

Di sisi lain, Noel Gerungan sendiri tampak geram. Dia menyebut seluruh kesaksian Bobby tak lebih dari fitnah belaka. Salah satu poin yang membuatnya kesal adalah klaim Bobby bahwa Noel menanyakan apakah praktik penerimaan uang sertifikasi K3 itu ‘basah’ atau tidak.

“Luar biasa ya, dia memfitnah saya,” kata Noel saat ditemui di sela skors sidang.

Dia lalu membeberkan kejanggalan-kejanggalan dalam kesaksian Bobby. “Pertama dia bilang saya meng-apa memulai dari bulan September ya, sedangkan saya dilantik aja bulan Oktober. Kedua dia bilang saya sudah mengetahui praktik-praktik, apa dana non-teknis itu. Sedangkan istilah K3 aja saya nggak ngerti.”

“Kemudian dia berkali-kali katanya saya nanya bahwa itu basah atau tidak, nih orang ini gila,” sambung Noel, semakin bersemangat. “Dan yang bohong banget itu bahwa saya dituduh mengintimidasi dia lewat orang tuanya.”

Menurut Noel, kemarahan Bobby mungkin bersumber dari pemecatannya. Dia menilai Bobby kerap menyalahgunakan namanya saat beroperasi. “Dia selalu menyampaikan bahwa saya orangnya Wamen, saya orangnya Wamen. Saya nggak kenal orang ini saya bilang copot aja bilang.”

“Dan bulan Agustus ditangkap, saya yakin dia nyanyi ini karena dia marah karena saya copot,” tuturnya.

Terhadap semua tudingan penerimaan uang, mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 1 miliar, Noel membantah seratus persen. Suaranya tegas. Dia bahkan menantang jaksa untuk menghadirkan semua nama yang disebut Bobby di persidangan.

“100 persen tidak benar. Siapa orangnya? Buktiin dong dibawa ke sidang dong,” tantangnya. “Ini kan tempat peradilan, ini penegakan hukum. Panggil atas nama hukum.”

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar