Meta Siapkan PHK 8.000 Karyawan pada 2026 untuk Fokuskan Dana ke AI

- Senin, 20 April 2026 | 19:30 WIB
Meta Siapkan PHK 8.000 Karyawan pada 2026 untuk Fokuskan Dana ke AI

New York – Gelombang perubahan besar kembali mengguncang dunia teknologi. Meta Platforms Inc, raksasa di balik Facebook dan Instagram, dikabarkan sedang bersiap untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) skala besar. Rencananya, sekitar 8.000 karyawan akan terdampak mulai Mei 2026 mendatang.

Angka itu bukan main-main. Menurut laporan Reuters, jumlah tersebut mewakili hampir 10 persen dari total tenaga kerja Meta secara global. Gelombang pertama rencananya bakal dimulai tepat pada 20 Mei 2026.

Langkah ini, meski terasa keras, sepertinya sudah lama diantisipasi. Di bawah kendali Mark Zuckerberg, Meta memang sedang gencar-gencarnya bertransformasi. Fokusnya kini tertuju pada pengembangan kecerdasan buatan atau AI, dengan investasi yang digelontorkan tidak tanggung-tanggung.

Nah, untuk mendanai ambisi besar itu dan menciptakan struktur yang lebih lincah, efisiensi menjadi kata kunci. Restrukturisasi internal digulirkan, dengan tujuan membentuk perusahaan yang lebih ramping dan mengandalkan sistem kerja berbasis AI.

Kalau dilihat lebih luas, keputusan Meta ini sebenarnya cermin dari tren yang sedang terjadi di Silicon Valley dan sekitarnya. Banyak perusahaan teknologi besar di AS kini lebih memilih berhemat dan berfokus pada efisiensi teknologi, ketimbang terus melakukan ekspansi tenaga kerja seperti era-era sebelumnya.

Menurut sejumlah sumber yang mengetahui rencana ini, kemungkinan PHK tidak berhenti di situ saja. Meta disebut masih membuka opsi untuk melakukan pemangkasan lebih lanjut di paruh kedua tahun 2026, meski detailnya masih digodok. Semuanya bergerak mengikuti ritme perkembangan AI yang makin cepat dan kompleks.

Yang menarik, kondisi keuangan Meta sebenarnya sangat sehat. Sepanjang 2025, perusahaan itu mencatat pendapatan fantastis, lebih dari US$200 miliar, dengan laba menyentuh angka US$60 miliar. Tapi, tampaknya semua itu tidak cukup untuk menghentikan laju transformasi yang dianggap perlu. Agresivitas belanja untuk AI rupanya harus diimbangi dengan penghematan di sisi lain.

Ini bukan kali pertama Meta mengambil langkah drastis. Mereka punya "track record" dalam hal ini. Pada periode 2022 hingga awal 2023, perusahaan itu pernah menjalankan program "year of efficiency" yang berujung pada PHK sekitar 21.000 karyawan. Saat itu, tekanan kinerja dan penyesuaian pasca-boom pandemi menjadi pemicunya.

Kini, arahnya jelas: penyederhanaan. Meta ingin lapisan manajemen yang lebih sedikit dan produktivitas yang lebih tinggi, dengan bantuan teknologi tentunya.

Gejalanya sudah terlihat beberapa pekan terakhir. Meta dikabarkan telah merombak beberapa tim, termasuk di divisi Reality Labs. Bahkan, sejumlah insinyur dialihkan ke unit baru bernama Applied AI. Tugas unit ini cukup visioner: mengembangkan agen AI yang bisa menulis kode dan menangani tugas-tugas rumit secara mandiri.

Jadi, langkah PHK ini seperti bagian dari puzzle besar yang sedang disusun Zuckerberg dan tim. Sebuah transformasi menyeluruh yang, bagi sebagian orang, terasa pahit, namun dianggap perlu untuk bertahan dan memenangkan masa depan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar