Pasca Baku Tembak, Satgas Cartenz Amankan Ratusan Senjata di Yahukimo
Suasana di Kampung Samboga, Distrik Seredala, Yahukimo, masih tegang. Pasca insiden baku tembak yang memanas pada Rabu lalu, Satgas Damai Cartenz 2026 langsung bergerak. Mereka menyisir jejak para pelaku yang diduga berasal dari KKB Kodap XVI Yahukimo. Patroli pun digelar.
Menurut sejumlah saksi, jalur yang disisir pada 17-18 April itu memang sering dijadikan lintasan oleh kelompok bersenjata. Tujuannya jelas: mencegah gangguan keamanan sebelum terjadi.
“Patroli taktis dan penyisiran ini bagian dari upaya preventif kami,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, Minggu (19/4).
“Yang utama, memastikan wilayah tetap aman. Kami selalu coba ambil langkah terukur untuk meminimalisir segala potensi ancaman,” tambahnya.
Hasilnya? Tidak main-main. Dalam penyisiran itu, tim berhasil menyita puluhan senjata tradisional dan sejumlah barang lainnya. Semuanya ditemukan di area Camp PT Indo Papua, yang diduga kuat jadi tempat persinggahan sementara bagi KKB.
Barang bukti yang diamankan cukup banyak: 133 anak panah, 17 busur panah, dan 8 bilah parang. Lalu ada juga 3 kapak, 2 mata kapak, 1 kapak kayu, serta 6 pucuk senapan angin. Tak ketinggalan, sebuah pisau sangkur dan satu unit telepon genggam turut diamankan.
Di sisi lain, upaya pemantauan di titik-titik rawan terus diperkuat. Wakil Kepala Operasi, Kombes Adarma Sinaga, menegaskan komitmen ini.
“Kegiatan seperti ini akan berlanjut, dengan pendekatan yang sistematis. Sangat penting untuk menjaga situasi agar tetap terkendali,” tegas Sinaga.
Operasi ini, meski berhasil mengamankan sejumlah senjata, pada dasarnya adalah langkah awal. Fokusnya tetap pada pencegahan dan menciptakan rasa aman yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Langkah Satgas ke depan tentu akan terus diawasi.
Artikel Terkait
Pencuri Sawit 1.620 Kg Tertidur di Samping Tumpukan Hasil Curian, Petugas Keamanan Temukan saat Patroli
Baznas Salurkan Paket Daging Kurban untuk 2.500 Pengungsi Palestina di Kairo
Wakil Bupati Indramayu Bantah Kabar Penetapan Tersangka Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD
Pria Lansia di Polman Nekat Tikam Keponakan karena Kesal Selalu Dihindari