Satgas Cartenz Sita Ratusan Senjata Tradisional Pasca Baku Tembak di Yahukimo

- Minggu, 19 April 2026 | 20:30 WIB
Satgas Cartenz Sita Ratusan Senjata Tradisional Pasca Baku Tembak di Yahukimo

Pasca Baku Tembak, Satgas Cartenz Amankan Ratusan Senjata di Yahukimo

Suasana di Kampung Samboga, Distrik Seredala, Yahukimo, masih tegang. Pasca insiden baku tembak yang memanas pada Rabu lalu, Satgas Damai Cartenz 2026 langsung bergerak. Mereka menyisir jejak para pelaku yang diduga berasal dari KKB Kodap XVI Yahukimo. Patroli pun digelar.

Menurut sejumlah saksi, jalur yang disisir pada 17-18 April itu memang sering dijadikan lintasan oleh kelompok bersenjata. Tujuannya jelas: mencegah gangguan keamanan sebelum terjadi.

“Patroli taktis dan penyisiran ini bagian dari upaya preventif kami,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, Minggu (19/4).

“Yang utama, memastikan wilayah tetap aman. Kami selalu coba ambil langkah terukur untuk meminimalisir segala potensi ancaman,” tambahnya.

Hasilnya? Tidak main-main. Dalam penyisiran itu, tim berhasil menyita puluhan senjata tradisional dan sejumlah barang lainnya. Semuanya ditemukan di area Camp PT Indo Papua, yang diduga kuat jadi tempat persinggahan sementara bagi KKB.

Barang bukti yang diamankan cukup banyak: 133 anak panah, 17 busur panah, dan 8 bilah parang. Lalu ada juga 3 kapak, 2 mata kapak, 1 kapak kayu, serta 6 pucuk senapan angin. Tak ketinggalan, sebuah pisau sangkur dan satu unit telepon genggam turut diamankan.

Di sisi lain, upaya pemantauan di titik-titik rawan terus diperkuat. Wakil Kepala Operasi, Kombes Adarma Sinaga, menegaskan komitmen ini.

“Kegiatan seperti ini akan berlanjut, dengan pendekatan yang sistematis. Sangat penting untuk menjaga situasi agar tetap terkendali,” tegas Sinaga.

Operasi ini, meski berhasil mengamankan sejumlah senjata, pada dasarnya adalah langkah awal. Fokusnya tetap pada pencegahan dan menciptakan rasa aman yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Langkah Satgas ke depan tentu akan terus diawasi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar