Pramono Anung: Perdamaian Dunia Dimulai dari Diri Sendiri dan Nilai Ahimsa

- Minggu, 19 April 2026 | 13:15 WIB
Pramono Anung: Perdamaian Dunia Dimulai dari Diri Sendiri dan Nilai Ahimsa

Jakarta – Udara Sabtu malam di sekitar Monas terasa berbeda. Bukan hanya karena angin yang bertiup pelan, tapi juga karena suasana hening yang menyelimuti acara Malam Renungan Suci untuk Kedamaian Dunia. Di tengah kerumunan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan pesannya. Bagi dia, upaya menciptakan perdamaian dunia ternyata dimulai dari hal yang sangat personal: dari diri kita masing-masing.

Acara yang digagas Gema Sadhana ini memang unik. Ia menghadirkan ruang kebersamaan bagi berbagai pemeluk agama. Pramono sangat mengapresiasi hal itu. Menurutnya, inisiatif semacam ini jadi wadah yang tepat untuk refleksi dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan, terutama di tengah dinamika global yang makin kompleks dan penuh gejolak.

Dalam sambutannya, Pramono lantas menyelipkan sebuah filosofi Hindu yang dalam: Ahimsa.

"Prinsip Ahimsa mengajarkan kita untuk tidak menyakiti, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Ini jelas menunjukkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari kekerasan. Justru sebaliknya, ia lahir dari kasih, empati, dan rasa welas asih," ujar Pramono, seperti dikutip dari keterangan tertulis Pemprov DKI Jakarta, Minggu (19/4/2026).

Tak berhenti di situ, dia juga menyinggung konsep Tri Hita Karana. Konsep ini, katanya, menekankan keseimbangan yang vital antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta. Harmoni yang kita idamkan hanya akan terwujud kalau ketiga hubungan itu kita jaga dengan baik.

Nah, sebagai ibu kota negara yang berstatus kota global, Jakarta dianggap punya tanggung jawab lebih. Pramono menilai Jakarta harus bisa jadi teladan dalam merawat harmoni di tengah keragaman suku, agama, dan budaya. Karena itulah, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk terus memperkuat persatuan dan mendukung kegiatan-kegiatan lintas iman.

"Lewat malam ini, kita tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah rumah bagi toleransi dan kebersamaan. Dari Jakarta, kita ingin menyebarkan pesan bahwa perdamaian adalah tanggung jawab bersama. Dan itu harus terus kita pelihara," tegasnya.

Namun begitu, Pramono mengingatkan agar semangat ini tidak berhenti hanya jadi seremoni belaka. Nilai-nilai perdamaian harus hidup dan diterapkan dalam keseharian.

"Saya mengajak semua warga untuk aktif menebar kemanusiaan. Perkuatlah persaudaraan kita. Dan yang paling penting, hadirkan kedamaian itu mulai dari lingkungan terkecil di sekitar kita," tuturnya.

Acara malam itu sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh. Tampak hadir Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty dan Duta Besar Sri Lanka Sashikala Premawardhane, bersama dengan jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta. Kehadiran mereka seolah mempertegas bahwa pesan perdamaian memang perlu disuarakan bersama, dari berbagai sudut pandang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar