Polda Metro Jaya Tebar 37.000 Benih Ikan di Muara Gembong untuk Ketahanan Pangan

- Minggu, 19 April 2026 | 10:30 WIB
Polda Metro Jaya Tebar 37.000 Benih Ikan di Muara Gembong untuk Ketahanan Pangan

Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/4/2026) – Langkah nyata untuk ketahanan pangan kembali dilakukan Polda Metro Jaya. Kali ini, di kawasan tambak Muara Gembong, sebanyak 37.000 benih ikan ditebar ke perairan. Ini bukan kali pertama, melainkan tahap kedua dari sebuah program yang ternyata sudah berjalan dan bahkan pernah panen.

Acara itu sendiri dipimpin langsung oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono. Dia tampak didampingi sejumlah pejabat, termasuk Kapolres Metro Bekasi dan Dirpolairud. Yang menarik, hadir pula H. Zaini Sidi, pemilik lahan yang jadi mitra kerja dalam program ini. Kolaborasi antara kepolisian dan warga setempat ini terlihat cukup solid.

Brigjen Eko menjelaskan rinciannya.

“Untuk tahap kedua ini, kami tebar 21.000 ekor benih nila dan mujair. Lalu ada juga bandeng, sekitar 16.000 ekor,” ujarnya.

“Sebelumnya, tahap pertama sudah kami panen. Hasilnya langsung kami gunakan untuk mendukung pasokan bahan baku di SPPG,” tambahnya.

Nah, ternyata program mereka tak cuma seputar ikan. Polda Metro Jaya juga menggarap sektor lain. Ada pertanian dan peternakan. Bayangkan, 8.000 bibit semangka dan 100 pohon mangga sudah ditanam. Dari peternakan, sekitar 1.000 butir telur ayam berhasil dipanen. Semua hasil ini nantinya bakal didistribusikan, tak hanya untuk kebutuhan internal SPPG, tapi juga buat warga sekitar.

Sebelum ke Muara Gembong, Wakapolda sempat meninjau greenhouse SPPG di Palmerah. Di sana, sistem bioflok dikembangkan untuk budidaya sayuran dan ikan. Hasilnya lumayan: pakcoy, sawi, selada, plus ikan nila, lele, dan patin. Semua tumbuh dengan baik.

“Intinya, seluruh hasil dari program ini akan kami salurkan. Tujuannya jelas: mendukung SPPG dan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangannya,” tegas Brigjen Eko.

Di sisi lain, H. Zaini Sidi, sang pemilik lahan, mengaku merasakan manfaat langsung dari kerja sama ini. Dampaknya dirasakan di dua sisi: ekonomi dan ketersediaan pangan.

“Alhamdulillah, tahap awal sudah panen. Nah, hari ini kita lakukan penebaran untuk tahap kedua,” kata Zaini.

“Untuk semangka, insya Allah 60 sampai 70 hari lagi sudah bisa dipetik,” ujarnya penuh harap.

Ke depan, program ini rencananya akan makin diperluas. Lahan seluas 4 hektare akan ditanami semangka dan timun. Bahkan, ada rencana pengembangan jagung hingga 50 hektare di wilayah lain. Upaya untuk memperkuat lumbung pangan mandiri ini tampaknya akan terus berlanjut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar