Jakarta, Sabtu malam lalu, Stadion Gelora Bung Karno dipenuhi sorak. Di tengah lapangan, berdiri Sebastian Frey, kiper legendaris Fiorentina itu. Ia baru saja merasakan kekalahan 3-0 untuk DRX World Legends melawan Barca Legends. Tapi raut wajahnya sama sekali tak menunjukkan kekecewaan. Justru, senyum lebar terpancar. Sambutan hangat dari ribuan penggemar di Indonesia rupanya telah mencuri seluruh perhatiannya.
Bahkan, sambutan itu begitu berkesan hingga Frey punya rencana khusus. "Kalian memperlakukan kami seperti raja," ujarnya kepada para wartawan usai pertandingan.
"Jadi terima kasih semuanya, kami sangat menikmatinya dan saya akan kembali lagi untuk berlibur lain kali."
Ya, dia berencana kembali ke Indonesia, bukan untuk bertanding, tapi khusus untuk berlibur. Sebuah janji yang lahir dari kekaguman pada atmosfer yang ia rasakan malam itu.
Harus diakui, kekalahan tiga gol tanpa balas memang tak bisa dihindari. Tapi bagi Frey, itu semua jadi tak penting. Momen bermain di hadapan penonton yang memadati GBK lah yang benar-benar ia simpan. "Sayangnya bagi kami, Barcelona menang, tapi tidak apa-apa," katanya dengan santai. "Kami sangat menikmati momen di sini di Indonesia karena kalian."
Sebagai pemain yang pernah malang melintang di Serie A Italia, sebenarnya Frey tak terlalu terkejut dengan sambutan meriah ini. Menurut pengamatannya, basis penggemar Liga Italia di Indonesia memang luar biasa besar. Komunitasnya solid, penuh gairah. Jadi, bagi dia, antusiasme yang ia terima malam Sabtu itu adalah cerminan nyata dari besarnya kecintaan masyarakat Indonesia pada sepak bola Italia.
Di sisi lain, kunjungannya kali ini dalam rangka pertandingan "Clash of Legends" jelas meninggalkan kesan mendalam. Bukan cuma soal gol dan hasil akhir, melainkan tentang energi yang diberikan oleh setiap penonton di tribun. Itulah yang membuatnya ingin kembali. Bukan sebagai legenda yang turun ke lapangan, tapi mungkin hanya sebagai seorang Sebastian Frey yang ingin menikmati kehangatan Indonesia sekali lagi.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter di Perairan Sumut, Nelayan Diminta Waspada
Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan
Mendikti: Penyelesaian Kasus Pelecehan Seksual di Kampus Tak Boleh Hanya Mediasi
Lima Anggota Keluarga Tewas Terjebak dalam Kebakaran di Grogol Petamburan