Anggota DPR Desak Promosi Wisata Banyumas Dioptimalkan lewat Media Sosial

- Sabtu, 18 April 2026 | 05:15 WIB
Anggota DPR Desak Promosi Wisata Banyumas Dioptimalkan lewat Media Sosial

Purwokerto, Jumat siang. Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, mendesak agar promosi pariwisata dioptimalkan lewat media sosial. Tujuannya jelas: mendongkrak daya tarik destinasi dan sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal.

"Kalau promosinya jitu dan sampai ke masyarakat, pariwisata kita akan dikenal luas. Bukan cuma di Banyumas, tapi nasional bahkan internasional," ujar Siti, yang akrab disapa Erma, dalam Bimbingan Teknis "Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Media Sosial". Acara itu digelar di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Dia melihat media sosial sebagai alat strategis di era digital ini. Apalagi, generasi muda punya kreativitas luar biasa untuk membuat konten yang menarik. Menurutnya, potensi wisata Banyumas harus dikemas dengan cara yang memikat. Baru setelah itu, minat wisatawan bisa tumbuh dan membawa dampak ekonomi riil bagi warga sekitar.

Usai acara yang merupakan hasil kolaborasi Komisi VII DPR RI, Kementerian Pariwisata, dan Dinporabudpar Banyumas, Erma menyoroti perubahan UU Kepariwisataan. Dari UU Nomor 10 Tahun 2009, kini berganti menjadi UU Nomor 18 Tahun 2025 yang lebih menekankan pendekatan berbasis ekosistem.

"Pariwisata berbasis ekosistem ini melibatkan banyak pihak, seperti budaya, UMKM, ekonomi kreatif, dan sektor lainnya yang saling terhubung," jelasnya.

Pendekatan baru itu, lanjut dia, membuka peluang lebar untuk pengembangan pariwisata. Terutama kalau didukung kemajuan teknologi digital. "Pemanfaatan teknologi jadi peluang besar. Salah satunya ya promosi di media sosial yang bisa menjawab tantangan pemasaran pariwisata," kata Erma.

Dia mengungkapkan, Kementerian Pariwisata sebenarnya sudah punya strategi pemasaran destinasi lewat media sosial yang mencakup seluruh ekosistem. Nah, strategi itu butuh dukungan nyata dari masyarakat. Sebagai mitra pemerintah, DPR berperan menjembatani program-program kementerian agar mudah dipahami dan bisa dimanfaatkan publik.

Dalam kesempatan itu, Erma secara khusus mengajak generasi muda, kaum milenial dan Gen Z, untuk meningkatkan kapasitas diri. Media sosial harus dimanfaatkan secara produktif. Peran mereka sebagai kreator konten dinilai sangat krusial, bahkan bisa menjadi ujung tombak promosi.

"Kreator konten bisa menjadi jembatan untuk mempublikasikan dan mempromosikan wisata dengan seluruh ekosistemnya," tegasnya.

Di sisi lain, aktivitas sebagai kreator konten juga punya nilai ekonomi. Bisa memberikan tambahan penghasilan bagi pelakunya. "Dari sisi kreator konten ada nilai ekonomi yang bisa didapat. Sementara dari sisi bangsa, ini jadi sarana memperkenalkan destinasi wisata Indonesia lebih luas," papar Erma.

Dia juga menegaskan satu hal. Kekayaan pariwisata Indonesia itu tak cuma Bali atau Borobudur. Masih tersebar di berbagai daerah, termasuk Banyumas. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan anak muda, dia optimis sektor pariwisata bisa jadi kekuatan ekonomi yang mampu menembus pasar nasional hingga global.

"Indonesia punya banyak destinasi dengan seluruh ekosistemnya, termasuk di Banyumas. Ini semua perlu terus dipromosikan agar dikenal dunia," pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar