Trump Bantah Bayar Iran, Klaim AS Dapat Debu Nuklir Tanpa Kompensasi

- Sabtu, 18 April 2026 | 04:20 WIB
Trump Bantah Bayar Iran, Klaim AS Dapat Debu Nuklir Tanpa Kompensasi

Merespons laporan soal negosiasi dengan Iran, Donald Trump membantah keras bahwa akan ada uang yang dikeluarkan. Mantan Presiden AS itu justru menyebut negaranya akan mendapatkan apa yang ia sebut 'debu nuklir' dari Iran tanpa perlu mengeluarkan sepeser pun.

Laporan dari Axios sebelumnya mengungkapkan bahwa Washington sedang mempertimbangkan sebuah skema pertukaran. Nilainya fantastis: sekitar 20 miliar dolar AS untuk material uranium yang telah diperkaya. Kabar ini langsung memantik reaksi.

Trump tak menunggu lama untuk memberikan klarifikasi. Melalui unggahan di Truth Social, platform media sosial miliknya, ia menegaskan posisinya dengan gaya khasnya yang blak-blakan.

"AS akan mendapatkan semua 'Debu' Nuklir, yang dihasilkan oleh pesawat pembom B2 hebat kita - Tidak ada uang yang akan berpindah tangan dalam bentuk apa pun,"

Jadi, apa sebenarnya 'debu nuklir' yang dimaksud? Ini merujuk pada uranium yang tercipta akibat sebuah operasi militer spesifik. Operasi bernama Midnight Hammer itu dilancarkan pada akhir Juni 2025 silam, menggunakan pesawat pembom siluman B-2.

Serangan itu bukan main-main. Sasaran utamanya adalah fasilitas nuklir Iran di Fordo dan beberapa lokasi lain. Dampaknya, uranium yang diperkaya itu terkubur sangat dalam di bawah reruntuhan, berubah menjadi partikel-partikel halus seperti debu. Menurut sejumlah saksi, serangan itu meninggalkan kerusakan yang sangat signifikan.

Namun begitu, pernyataan Trump ini justru memunculkan lebih banyak tanda tanya. Bagaimana mungkin AS bisa mendapatkan material itu tanpa kompensasi finansial? Apakah ini bentuk diplomasi yang baru, atau sekadar retorika? Sampai saat ini, belum ada penjelasan rinci dari pihak Gedung Putih mengenai mekanisme teknisnya. Yang jelas, isu nuklir Iran kembali memanas dan menarik perhatian dunia.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar