Presiden Iran Masoud Pezeshkian tak sungkan memberikan pujian. Kali ini, sasarannya adalah Pakistan, yang dinilainya punya peran krusial dalam upaya menengahi gencatan senjata antara Teheran dan Washington. Menurut Pezeshkian, mediasi yang dilakukan Islamabad itu "efektif" dan, yang penting, "bertanggung jawab".
Ucapan itu meluncur dalam sebuah pertemuan di Teheran, Kamis malam lalu. Tamunya adalah Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan, Asim Munir, yang sedang berkunjung ke ibu kota Iran itu. Laporan Press TV pada Jumat (17/4/2026) kemudian mengangkatnya.
Di ruang pertemuan itu, Pezeshkian tak hanya menyebut nama Munir. Dia juga menyampaikan apresiasi mendalam untuk Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Alasannya jelas: kedua tokoh itu dianggap berjasa memfasilitasi gencatan senjata. Pezeshkian bahkan masih ingat sambutan hangat yang diterima delegasi Iran kala perundingan berlangsung di Islamabad.
"Republik Islam Iran mengupayakan perdamaian dan stabilitas abadi di kawasan ini," tegas Pezeshkian saat itu.
Dia melanjutkan, "Kami juga menekankan realisasi hak-hak bangsa Iran dalam kerangka hukum internasional."
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan ulang komitmen Teheran. Namun begitu, ada poin lain yang ingin disampaikan Presiden Iran. Baginya, semua negara Islam adalah saudara. Itu prinsip dasar.
Lalu, bagaimana dengan serangan Iran ke pangkalan militer AS di kawasan Teluk beberapa waktu lalu? Pezeshkian punya penjelasan. Menurutnya, aksi itu murni bentuk pembelaan diri yang sah. Sebuah respons yang tak terhindarkan setelah serangan udara AS dan Israel mengguncang Teheran.
Pesan penutupnya sederhana namun ingin didengar banyak pihak: Iran sama sekali tidak menginginkan ketidakstabilan. Yang diinginkan justru sebaliknya, yaitu membangun hubungan persaudaraan yang lebih erat dengan para tetangganya.
Artikel Terkait
Polisi Sita Lebih dari 23 Ton Bawang dan Cabai Impor Ilegal di Pontianak
KPK Soroti Delapan Kelemahan Krusial dalam Program Makan Bergizi Gratis
Operasi Besar-besaran DKI Tangkap Lebih dari 1 Ton Ikan Sapu-Sapu
Asbanda Dorong BPD Tinggalkan Peran Administratif, Jadi Penggerak Ekonomi Daerah