IPB University Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di Lingkungan Fakultas Teknik

- Jumat, 17 April 2026 | 04:45 WIB
IPB University Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual di Lingkungan Fakultas Teknik

Jakarta - Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB University) sedang menyelidiki sebuah kasus yang cukup mengusik. Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan sejumlah mahasiswanya kini menjadi sorotan. Kasus ini berpusat di lingkungan Fakultas Teknologi dan Teknik (FTT), dan telah memicu keprihatinan serius dari pihak universitas.

Alfian Helmi, selaku Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB, dengan tegas menyatakan sikap kampus. Menurutnya, segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat, apalagi pelecehan berbasis gender, baik online maupun offline, sama sekali tak bisa ditoleransi.

"Korban mengetahui keberadaan grup tersebut dan telah berupaya menyelesaikan persoalan melalui mediasi yang difasilitasi oleh kakak tingkatnya,"

ujar Alfian, Kamis (16/4/2026).

Namun begitu, mediasi awal itu rupanya belum cukup. Korban merasa rasa keadilannya belum terpenuhi. Akhirnya, pada 15 April 2026, ia memutuskan untuk melaporkan kejadian ini secara resmi ke fakultas.

IPB pun berjanji akan menangani kasus ini secara lebih menyeluruh. "IPB University berkomitmen untuk memastikan proses penanganan berjalan lebih komprehensif, berkeadilan, dan berorientasi pada pemulihan korban," ungkap Alfian. Komitmen itu diwujudkan dalam sejumlah poin konkret.

Pertama, keselamatan dan pemulihan korban jadi prioritas utama, termasuk pendampingan psikologis. Kedua, pelanggaran kode etik akan ditindak tegas. Mereka juga menjamin proses yang objektif dan transparan, sekaligus mencegah segala bentuk intimidasi terhadap korban. Terakhir, kampus bertekad memperkuat edukasi untuk menciptakan budaya saling menghargai.

Sejak laporan masuk, langkah-langkah investigasi langsung dijalankan. Mulai dari penelusuran fakta, pemanggilan pihak terkait, pengamanan bukti, hingga mengaktifkan mekanisme penanganan pelanggaran di semua level.

"IPB University mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati proses penanganan yang sedang berjalan,"

imbuhnya. Alfian juga menyerukan agar seluruh warga kampus bersama-sama menjaga lingkungan belajar yang aman dan bebas dari diskriminasi.

Semua ini berawal dari viralnya tangkapan layar sebuah grup chat di media sosial X, Rabu (15/4) lalu. Grup yang diduga milik mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem IPB itu memuat percakapan dengan kata-kata sensitif yang merendahkan tubuh perempuan. Isinya jelas menjurus ke arah pelecehan seksual.

Menanggapi viralnya percakapan itu, Alfian sebelumnya telah menyatakan kecaman keras. "IPB University mengecam segala bentuk perilaku yang merendahkan harkat dan martabat manusia," katanya pada Rabu (15/4). Saat itu pula ia menegaskan bahwa langkah-langkah penanganan telah mulai dilakukan untuk mendalami kasus yang ramai diperbincangkan publik ini.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar