Polsek Cikande berhasil membongkar sebuah kasus penyelundupan sepatu Adidas. Sepatu-sepatu itu diproduksi oleh PT Nikomas Gemilang, pabrik yang sebenarnya ditunjuk untuk mengekspor barang-barang bermerek tersebut. Tiga orang pelaku sudah diamankan dan saat ini proses sidangnya berjalan di PN Serang. Namun, otak dibalik aksi ini, seorang perempuan bernama Muanah, masih buron dan masuk dalam DPO.
Menurut Kapolsek Cikande, AKP Tatang, kejadiannya berlangsung pada Desember tahun lalu. Dari tangan tiga tersangka yang sudah ditangkap yakni Erly Sumarni, Tri Hidayati, dan Hari Setiawan polisi menguak modusnya. Tapi, sosok kuncinya justru masih menghilang.
"Berdasarkan hasil penyidikan, Muanah merupakan kunci dari aksi kejahatan ini," jelas Tatang pada Kamis (14/4/2026).
Ia melanjutkan, "Ia adalah pihak yang mengambil 15 pasang sepatu merek Adidas (14 pasang model Adizero dan 1 pasang Superstar) langsung dari lini produksi Land Adidas."
Nah, setelah barang berhasil diambil, rencananya sepatu-sepatu itu akan diselundupkan keluar pabrik. Caranya dengan disembunyikan di dalam tas jinjing. Sayangnya bagi para pelaku, langkah mereka ketahuan oleh petugas keamanan internal perusahaan. Upaya itu pun gagal total.
Security PT Nikomas Gemilang langsung menyerahkan barang bukti, yaitu kelima belas pasang sepatu itu, kepada penyidik Polsek Cikande. Nilai kerugiannya tidak main-main. Tatang menyebut angka kerugian materiil yang harus ditanggung perusahaan mencapai Rp 37,5 juta.
Sementara tiga pelaku yang tertangkap menjalani persidangan, polisi masih terus memburu Muanah. Posisinya dianggap vital.
"Saudari Muanah adalah mata rantai pertama dalam kasus ini karena ia yang mengambil barang dari dalam lini produksi," tegas Tatang.
Ia menambahkan, "Kami tegaskan bahwa proses hukum tidak berhenti di sini. Tim kami akan terus melacak keberadaan DPO sampai tertangkap."
Perempuan berusia 34 tahun itu diketahui berdomisili di Desa Binijaya, Kecamatan Ciruas. Polisi sudah menyebar imbauan, meminta Muanah untuk menyerahkan diri. Masyarakat yang punya informasi juga diminta segera melapor.
Langkah ini, menurut Tatang, penting untuk menjaga keamanan di kawasan industri Serang. Ia ingin ada efek jera, sekaligus memberikan rasa aman bagi dunia usaha di wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Siswa 14 Tahun Tembak Mati 9 Orang di Sekolah Turki
PSI Konfirmasi Kader NasDem Akan Bergabung, Identitas Segera Diumumkan
DPRD Babel Desak Audit Menyeluruh dan Pemasangan CCTV di Pesantren
Badan Energi Internasional Peringatkan Pembatalan Penerbangan di Eropa Imbas Krisis Bahan Bakar Jet