JAKARTA – Pada Jumat pekan lalu, Henry Panjaitan selaku Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, menyempatkan diri berkunjung ke Unit Pembangkit Muara Tawar. Lokasi itu dikelola oleh PT PLN Nusantara Power. Ia tak sendirian. Turut mendampingi, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PLN NP, Teguh Widhi Harsono, beserta sejumlah staf manajemen dari kedua belah pihak.
Tujuan kunjungannya cukup jelas: melihat dari dekat bagaimana peran krusial pembangkit ini dalam menjaga keandalan listrik. Terutama saat beban puncak melanda atau ketika pasokan dari energi terbarukan seperti matahari dan angin mulai naik-turun tak menentu.
Henry sendiri mengakui peran strategis PLTGU Muara Tawar. Menurutnya, peningkatan porsi energi baru terbarukan memang butuh infrastruktur pendukung yang tangguh.
"PLTGU Muara Tawar punya peran penting karena mampu merespons perubahan beban dan fluktuasi pasokan listrik dengan cepat," ujar Henry.
Di sisi lain, kunjungan ini bukan cuma soal operasional. Ada nuansa lain yang lebih luas, terkait komitmen iklim Bank Mandiri. Bank ini punya target mencapai Net Zero Emission untuk operasionalnya pada 2030. Nah, salah satu jalan yang ditempuh adalah melalui inisiatif carbon offset, termasuk membeli unit karbon yang sudah terverifikasi. Pendekatan ini dinilai feasible, sekaligus selaras dengan perkembangan pasar karbon dalam negeri.
Dan langkah nyatanya sudah dilakukan. Awal tahun ini, tepatnya Januari 2025, Bank Mandiri membeli 5.000 tCO2e unit karbon dari proyek PLN NP di Muara Tawar. Proyek ini mengubah pembangkit single cycle menjadi combined cycle, yang intinya memanfaatkan panas buang untuk menghasilkan listrik tambahan. Jadi lebih efisien. Unit karbonnya sendiri sudah divalidasi oleh pihak ketiga.
Poin menariknya, transaksi ini terjadi dalam momentum peluncuran Bursa Karbon Internasional Indonesia (IDXCarbon). Artinya, Bank Mandiri tak cuma jadi penyandang dana. Mereka aktif terlibat di ekosistem karbon yang masih berkembang, sekaligus mendorong pasar karbon voluntary.
Yang juga patut dicatat, PLN NP adalah nasabah utama Bank Mandiri. Jadi, dukungan bank ini hadir dalam bentuk ganda: pembiayaan biasa, plus keterlibatan langsung dalam proyek dekarbonisasi yang dijalankan kliennya. Sebuah sinergi yang cukup smart.
Henry menambahkan penjelasan soal filosofi di balik langkah ini.
"Bank Mandiri mendukung transisi energi tidak hanya dari sisi pembiayaan. Kami juga berpartisipasi dalam ekosistem karbon yang sedang berkembang di Indonesia. Ini bagian dari upaya mendukung target dekarbonisasi nasional, tentu saja secara bertahap dan terukur," tambahnya.
Jadi, dari kunjungan lapangan itu, terlihat jelas bagaimana kepentingan operasional, strategi bisnis, dan komitmen lingkungan kini berjalan beriringan. Semuanya saling terkait.
Artikel Terkait
Netanyahu Setujui Gencatan Senjata 10 Hari dengan Lebanon, Pasukan Israel Tetap di Zona Keamanan
Indonesia Siap Ekspor Pupuk Urea ke India, Pastikan Stok Dalam Negeri Aman
Messi Resmi Jadi Pemilik Klub Divisi Lima Spanyol, UE Cornellà
Ketua Ombudsman Ditahan, Tersangka Suap Rp1,5 Miliar Terkait Nikel