Kerugian miliaran rupiah kini menimpa puluhan guru dan pelajar di Blora. Mereka menjadi korban investasi bodong lewat aplikasi bernama Snapboost. Rupanya, janji manis penggandaan uang dalam waktu singkat berakhir pahit.
Salah satu korbannya adalah Diana, seorang guru. Saat ditemui di sebuah rumah makan di Blora, dia mengaku sudah menyetor dana hingga Rp 200 juta ke dalam aplikasi itu. Mekanismenya terlihat sederhana namun menggiurkan: uang yang didepositkan akan berlipat ganda setiap 40 hari sekali hanya dengan melakukan aktivasi seperti 'like'.
"Deposit saya sampai Rp 200 juta, asli itu. Otomatis setiap kita like terus, setiap 40 hari dibayar kan, uang kita jadi 2 kalinya, jadi 400, tapi di aplikasi ya,"
katanya, Rabu (15/4/2026).
Di masa awal ketika aplikasi masih berjalan mulus, Diana sempat mencairkan dana ratusan juta. Uang itu digunakannya untuk membeli mobil, meski dia tegaskan itu bukan hadiah dari Snapboost.
"Pernah saya ambil sekitar Rp 250 juta itu untuk beli mobil kredit saya, tapi enggak hadiah dari Snapboost tapi beli sendiri saya,"
jelasnya lebih lanjut.
Namun begitu, cerita indah itu tak berlangsung lama. Kini, saldo di aplikasi itu macet total dan tak bisa ditarik. Situasi ini memicu kepanikan di antara ratusan korban lainnya.
Roy, korban lain yang berusaha menjembatani pertemuan antara Diana yang juga mempromosikan Snapboost di Blora dengan para member, mengaku gagal. Para member yang dirugikan ternyata tak ada yang datang.
"Tadi saya hanya menjembatani antara Bu Diana dengan para member yang ikut Snapboost, ternyata para member tidak ada yang datang,"
ungkap Roy.
Menurut data yang dia himpun, ada sekitar 725 orang yang terjerat. Nilai depositnya beragam, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 174 juta per orang. Kerugiannya sudah mencapai angka fantastis.
"Sesuai data ada 725 orang. Nominal deposit macam-macam, dari Rp 500 ribu sampai ada yang Rp 174 juta. Akumulasi dari data 500 member saja sudah mencapai Rp 2 miliar,"
tuturnya. Mereka kini menuntut pengembalian uang yang sudah terlanjur menguap.
Artikel Terkait
IMIP Bangun Drainase 8,2 Km di Jalur Trans Sulawesi, Target Rampung 2026
Anggota DPRD Serang Usulkan Puskesmas Terapung untuk Pulau Tunda dan Panjang
Mahasiswi Universitas Budi Luhur Laporkan Dosen ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Pelecehan Seksual
KPK Panggil Sejumlah Kepala Dinas Cilacap Terkait Kasus Pemerasan Bupati