Rabu kemarin, Gedung Merah Putih KPK kedatangan tamu. Airlangga Hartarto, sang Menko Perekonomian, datang bukan tanpa agenda. Pertemuannya dengan pihak KPK membahas dua proyek strategis yang sedang digodok pemerintah: rencana pembelian energi dari Amerika dan akuisisi pesawat untuk Garuda.
Menurut Airlangga, inti pembicaraan berkisar pada penilaian risiko. "Kami sedang mempersiapkan Perpresnya," ujarnya di lokasi.
"Dan Perpres itu sudah dievaluasi oleh KPK terkait risk assessment-nya. Masukan-masukan dari mereka nanti akan melengkapi dokumen yang sedang kami buat."
Rupanya, akan ada dua Perpres terpisah yang disiapkan. Satu untuk pembelian energi oleh Pertamina, satunya lagi untuk pembelian pesawat oleh maskapai pelat merah, Garuda Indonesia. Soal detail penilaian risiko dari KPK, Airlangga tak mau berpanjang lebar. Ia hanya menyebut, risikonya lebih ke soal mekanisme belaka. "Ya, mekanismenya saja," tambahnya singkat.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Global Konflik Iran-Israel ke Harga Pangan Jakarta
Iran Serang Aset Militer AS di Teluk Arab, Klaim Balas Serangan AS-Israel
Trump Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS-Israel, Ancam Lanjutkan Operasi Militer
Ekspor Minyak Sawit Indonesia 2025: Volume Naik 9,5%, Nilai Melonjak 29,2%